Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

China Vs Jepang Perang di Dunia Maya, China 'Terpaksa' Gunakan Facebook dan Instagram

Pertemuan antara pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan Jepang pada 18 November juga telah digunakan sebagai bahan tertawaan netizen.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in China Vs Jepang Perang di Dunia Maya, China 'Terpaksa' Gunakan Facebook dan Instagram
Foto Tangkapan Layar
Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di sela-sela Pertemuan Pemimpin Ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) ke-32 di Gyeongju, Korea Selatan, 31 Oktober 2025. /Youtube: DRM 

Ringkasan Berita:
  • China (Tiongkok) menggunakan media sosial untuk menyerang PM Jepang Sanae Takaichi atas pernyataannya bahwa serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Jepang.
  • Menyusul komentar Takaichi, Tiongkok mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, menangguhkan impor makanan laut, dan mengancam akan mengambil tindakan ekonomi lebih lanjut.
  • China memanfaatkan media sosial, bahkan pada platform yang dilarang di dalam negeri untuk memengaruhi opini publik. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Sebuah video musik China (Tiongkok) viral di media sosial.

Video itu menyebut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebagai “pembuat onar” dan memperingatkannya agar tidak bermain api dengan mencampuri urusan Tiongkok dan Taiwan.

Video yang 'diviralkan' itu dibuat menarik dengan irama hip-hop  dan animasi yang mengejek Jepang.

Video itu diunggah oleh stasiun televisi pemerintah Tiongkok CCTV pada 18 November 2025.

Video ini hanyalah salah satu dari sekian banyak video yang diunggah  di media sosial untuk menyerang Jepang terutama, PM Jepang Sanae Takaichi.

Unggahan bernada penyerangan dan provokasi di media sosial Tiongkok dilakukan di tengah meningkatnya pertikaian diplomatik antara China dan Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemicunya Takaichi menyampaikan kepada Parlemen Jepang pada 7 November lalu bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu respons militer dari Jepang.

Padahal China selalu mengklaim Taiwan merupakan bagian dari negara itu.


Konten media sosial untuk pengaruhi opini publik

Penggunaan konten yang meremehkan pemimpin Jepang merupakan bagian dari senjata ampuh Tiongkok untuk menekan Tokyo dan memengaruhi opini publik baik di dalam maupun luar negeri terkait perselisihan tersebut.

"Ini sangat muda dan kreatif," kata komentar teratas pada unggahan WeChat CCTV mengenai video tersebut, yang telah disukai oleh lebih dari 100.000 akun dan diteruskan berkali-kali.

“Saya sangat menyukai gaya ini,” kata komentator lainnya.

Video musik tersebut memuat tanda air seorang kartunis dengan nama panggilan Tiantan View, yang halaman Facebooknya memuat alamat email yang sebelumnya digunakan CCTV untuk meminta kiriman video dan foto dari netizen.

Liriknya menggunakan istilah Cina “gaoshi” atau “membuat masalah”, yang merupakan homonim nama belakang Ibu Takaichi dalam huruf kanji, “gaoshi” atau “kota tinggi” dalam bahasa Cina, untuk menggambarkan pernyataannya.

China terpaksa pakai Facebook dan Instagram

Patut dicatat, versi serupa dari video musik berdurasi dua menit tersebut juga diunggah di akun Facebook dan Instagram milik penyiar tersebut sehari kemudian, lengkap dengan terjemahan lirik dalam bahasa Inggris. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas