Ekosistem Kesehatan Asean Didorong Makin Terintegrasi Secara Digital
Maheshwara menegaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama masa depan kesehatan Asean.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Erik S
Ia menyatakan bahwa GFF mendorong lahirnya pemimpin katalitik yang mampu menghubungkan sektor kesehatan, teknologi, dan kebijakan, serta memperkuat arsitektur regional seperti pusat pembelajaran, scorecard kesiapan negara, dan kerangka talenta digital health.
Fondasi Talent Pool dan Standarisasi Kawasan
Rekomendasi tersebut disusun oleh Fellows asal berbagai negara Asean melalui riset lapangan, konsultasi pakar, dan dialog kebijakan selama enam bulan di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Studi mereka menegaskan pentingnya pembangunan arsitektur regional yang mencakup interoperabilitas data, standarisasi layanan, keamanan informasi, dan penguatan talenta digital kesehatan.
Asean BAC menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan inovasi kesehatan digital yang merata di seluruh kawasan.
Executive Director Asean BAC, Rifki Weno, menyatakan bahwa integrasi regional hanya dapat terwujud jika negara-negara ASEAN menjadikan kolaborasi sebagai standar.
“Jika Asean ingin memimpin, inovasi harus dilakukan secara sadar dan kolaborasi harus menjadi standar,” tegasnya.
Baca tanpa iklan