Kapal HMS Severn Angkatan Laut Inggris Cegat 2 Kapal Perang Rusia di Selat Inggris
Pencegatan itu terjadi di tengah apa yang para pejabat Inggris gambarkan sebagai peningkatan tajam dalam gerakan angkatan laut Rusia
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Kapal HMS Severn Angkatan Laut Inggris Cegat 2 Kapal Perang Rusia di Selat Inggris
TRIBUNNEWS.COM - Angkatan Laut Kerajaan Inggris mencegat dua kapal perang Rusia yang transit melalui Selat Inggris dalam dua minggu terakhir, media Inggris melaporkan pada Minggu (23/11/2025), mengutip Kementerian Pertahanan Inggris.
Korvet RFN Stoikiy dan kapal tanker Yelnya, keduanya merupakan bagian dari Armada Laut Hitam Rusia, melakukan perjalanan ke barat melalui Selat Dover ketika mereka dilacak oleh HMS Severn, sebuah kapal patroli lepas pantai milik angkatan laut Ingris.
Baca juga: NATO Tersentak, Belanda Kirim Tentara ke Polandia: Amankan Bantuan Militer Buat Ukraina Lawan Rusia
"Setelah intersepsi awal, Severn menyerahkan tugas pemantauan kepada sekutu NATO yang tidak disebutkan namanya di lepas pantai barat laut Prancis," BBC melaporkan.
Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan Severn terus mengamati kapal-kapal Rusia “dari kejauhan” dan tetap siap untuk menanggapi “aktivitas yang tidak terduga.”
Pencegatan itu terjadi di tengah apa yang para pejabat Inggris gambarkan sebagai peningkatan tajam dalam gerakan angkatan laut Rusia di dekat Inggris.
Menteri Pertahanan John Healey mengatakan pekan lalu bahwa aktivitas tersebut telah meningkat 30 persen selama dua tahun terakhir.
Baca juga: Diintai Kapal Rusia, Inggris Siap Eskalasi setelah Pilotnya Disorot Laser
Insiden Sorotan Laser
Pada Rabu pekan lalu, Healey mengumumkan pengerahan fregat Angkatan Laut Kerajaan dan pesawat Royal Air Force untuk melacak kapal Rusia Yantar utara Skotlandia, menuduh kapal menggunakan laser “sangat berbahaya” untuk mengganggu pilot RAF.
Kedutaan Besar Rusia di London menolak tuduhan itu sebagai "provokatif," bersikeras kapal-kapalnya beroperasi secara legal di perairan internasional dan "tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan Inggris."
Kedutaan mendesak pemerintah Inggris untuk “menahan diri dari mengambil langkah-langkah destruktif yang hanya akan memperburuk krisis di benua Eropa.”
Inggris dan negara-negara NATO lainnya telah menyatakan keprihatinan yang berkembang selama setahun terakhir tentang potensi ancaman yang ditimbulkan Rusia terhadap infrastruktur lepas pantai yang sensitif, datang di tengah dugaan sabotase telekomunikasi bawah laut dan kabel listrik.
Friksi antara negara NATO dan Rusia kian terbuka setelah perang Ukraina yang sudah berlangsung selama empat tahun tidak menunjukkan tanda-tanda perdamaian terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan.
Rusia menyatakan NATO sebenarnya sudah bergabung dalam perang tersebut lantaran memasok Kiev dengan persenjataan.
Adapun negara-negara Eropa menyiratkan kekhawatiran kalau invasi Rusia ke Ukraina merupakan awalan dari aksi berikutnya ke negara lain di Eropa di masa mendatang.
(oln/AN/*)