Iran Kerek Naik Harga BBM Akhiri Era Bensin Murah Per 6 Desember Efek Sanksi Global
Iran akhiri era bensin murah. Mulai 6 Desember, BBM di atas 160 liter/bulan kena tarif tinggi demi selamatkan subsidi di tengah tekanan sanksi global.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Iran resmi menaikkan harga BBM mulai 6 Desember, mengakhiri era bensin murah dengan tarif mahal diterapkan untuk konsumsi di atas 160 liter per bulan.
- Kenaikan dipicu tekanan sanksi global yang melemahkan pendapatan negara dan membuat subsidi BBM tak lagi mampu dipertahankan.
- Skema tetap menyubsidi konsumsi dasar (0–160 liter), namun tarif tinggi untuk penggunaan lebih besar bertujuan menekan pemborosan energi dan menjaga stabilitas ekonomi.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mengumumkan kebijakan baru terkait penyesuaian harga bensin nasional, mengakhiri era bahan bakar termurah di dunia yang selama ini dinikmati warga..
Kebijakan baru ini berlaku mulai 6 Desember mendatang, dengan tarif tinggi diberlakukan khusus bagi konsumsi di atas 160 liter per bulan.
Dalam kebijakan terbaru, pemerintah tidak menghapus seluruh subsidi.
Dua tingkatan harga awal tetap dipertahankan sebagai bentuk perlindungan konsumsi dasar masyarakat.
Untuk 60 liter pertama per bulan, harga bensin tetap murah yaitu 15.000 rial per liter, dan untuk 100 liter berikutnya juga tidak berubah di angka 30.000 rial.
Ini menunjukkan bahwa pemerintah masih memberi ruang konsumsi terjangkau bagi sebagian besar warga yang menggunakan BBM dalam jumlah moderat.
Namun aturan berubah ketika konsumsi melebihi 160 liter per bulan. Setiap liter tambahan akan dikenakan tarif jauh lebih tinggi, yakni 50.000 rial.
Penerapan tarif baru ini memiliki tujuan jelas: menekan konsumsi berlebih dan mengurangi beban subsidi negara.
Mereka yang menggunakan bensin lebih banyak dianggap memiliki daya beli lebih tinggi sehingga turut menanggung biaya energi dengan harga yang tidak lagi disubsidi penuh.
Namun setelah melewati batas 160 liter, setiap tambahan liter akan dikenakan tarif baru sebesar 50.000 rial atau sekitar 4,3 sen AS.
Dengan kata lain, kebijakan ini berfungsi sebagai rem konsumsi sekaligus strategi penyelamatan ekonomi. Subsidi tetap diberikan, tetapi hanya bagi penggunaan pokok masyarakat.
Di atas batas itu, harga dinaikkan sebagai bentuk kontribusi dari pengguna dengan konsumsi lebih tinggi.
Baca juga: Iran Kolaps: Presiden Pezeshkian Siapkan Langkah Darurat Pindahkan Ibu Kota dari Teheran
Efek Sanksi Global Jadi Pemicu Utama
Mengutip dari Al Arabiya, selama bertahun-tahun, Iran mempertahankan harga bensin yang sangat murah dibanding negara lain.
Bahkan Iran dikenal sebagai salah satu negara dengan harga bensin paling rendah di dunia.
Menurut data terbaru dari Global Petrol Prices, harga bensin di Iran sangat rendah karena subsidi pemerintah yang besar.
Baca tanpa iklan