Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Kerek Naik Harga BBM Akhiri Era Bensin Murah Per 6 Desember Efek Sanksi Global

Iran akhiri era bensin murah. Mulai 6 Desember, BBM di atas 160 liter/bulan kena tarif tinggi demi selamatkan subsidi di tengah tekanan sanksi global.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran Kerek Naik Harga BBM Akhiri Era Bensin Murah Per 6 Desember Efek Sanksi Global
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IRAN KEREK HARGA MINYAK - Iran akhiri era bensin murah. Mulai 6 Desember, BBM di atas 160 liter/bulan kena tarif tinggi demi selamatkan subsidi di tengah tekanan sanksi global yang melemahkan pendapatan negara dan membuat subsidi BBM tak lagi mampu dipertahankan. 

Namun kini, beban subsidi semakin tidak sebanding dengan kemampuan negara menopang biaya energi.

Sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat menjadi faktor utama perubahan kebijakan ini.

Sanksi tersebut menekan sektor minyak, perbankan, hingga perdagangan internasional Iran.

Akibatnya pemasukan negara merosot tajam, sementara kebutuhan subsidi BBM tetap tinggi.

Pemerintah tidak punya banyak ruang fiskal untuk mempertahankan skema harga lama.

Sehingga kenaikan ini menjadi jalan kompromi untuk menutup biaya subsidi energi yang selama bertahun-tahun membengkak, sementara pemasukan negara terus tergerus akibat pembatasan ekonomi global.

Selain persoalan ekonomi makro, penggunaan BBM dalam jumlah besar ikut mendorong keputusan ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah menilai konsumsi bensin berlebihan harus dikendalikan. Karena itu, skema baru dibuat berjenjang.

Dimana harga pertama dan kedua tetap berlaku untuk penggunaan hingga 160 liter per bulan, tetapi tarif lebih mahal dikenakan bagi konsumsi di atas batas tersebut.

Dengan pendapatan negara yang tertekan, mempertahankan bensin murah tanpa batas dianggap berisiko memicu keruntuhan fiskal.

Kenaikan harga diharapkan dapat mengurangi pemborosan energi, menekan beban subsidi, dan membantu pemerintah menjaga stabilitas anggaran di tengah situasi ekonomi sulit.

"Tidak diragukan lagi bahwa harga bensin seharusnya dinaikkan," kata Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pernyataannya bulan lalu.

"Tetapi apakah semudah itu untuk mengintervensi harga? Kita harus mempertimbangkan ribuan variabel, merencanakan, dan memikirkan solusinya," imbuhnya.

Meski keputusan ini strategis bagi negara, risiko sosial tetap membayangi.

Iran diketahui pernah diguncang demonstrasi besar pada 2019 ketika harga bensin naik hingga dua kali lipat. 

Dalam aksinya pada saat itu, para demonstran membakar pom bensin, menyerang kantor polisi, dan menjarah toko-toko setempat. Akses internet juga mengalami pembatasan ketat di negara itu selama sepekan.

Mengantisipasi terjadinya hal serupa, pemerintah kini mencoba bergerak lebih hati-hati agar protes serupa tidak terulang.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas