Personel Garda Nasional Amerika Tewas, Trump Omeli Reporter: Apa Kamu Bodoh?
Trump menuding, semasa menjabat, pemerintahan Joe Biden tidak memeriksa secara benar warga negara Afghanistan yang dibawa ke AS
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Garda Nasional Amerika Tewas, Trump Omeli Reporter: Apa Kamu Bodoh?
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengomeli seorang reporter gara-gara menanyakan hal yang menurutnya adalah pertanyaan bodoh.
Sang reporter dilaporkan bertanya kenapa Trump justru menyalahkan pemerintahan Joe Biden atas peristiwa penembakan dua personel Garda Nasional di Washington D.C, Rabu (26/11/2025).
Baca juga: Jantung Amerika Diguncang Teror, Tersangka Penembakan Garda Nasional Bekerja Buat CIA di Afghanistan
Trump menuding, semasa menjabat, pemerintahan Joe Biden tidak memeriksa secara benar warga negara Afghanistan yang dibawa ke AS setelah jatuhnya Kabul ke rezim Taliban pada tahun 2021.
Tudingan Trump ke Biden itu terjadi setelah kabar kalau Rahmanullah Lakanwal, tersangka penembakan dua anggota Garda Nasional di Washington DC, datang ke AS di bawah skema Operasi Allies Welcome, program mantan Presiden Joe Biden.
Reporter perempuan itu bertanya kepada Trump di Mar-a-Lago pada Kamis (27/11/2025):
"Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman Anda baru saja melaporkan tahun ini bahwa ada pemeriksaan menyeluruh oleh DHS dan FBI terhadap warga Afghanistan yang dibawa ke AS, jadi mengapa Anda menyalahkan pemerintahan Biden?"
Trump terpancing lalu menjawab emosional.
"Karena mereka (pemerintahan Biden) membiarkan mereka (para warga Afghanistan) masuk (AS). Apa kau bodoh? Apa kau orang bodoh?" jawab Trump.
Umumkan Kematian Sarah Beckstrom
Trump sebelumnya juga mengumumkan tewasnya pasukan Garda Nasional yang ditembak di dekat Gedung Putih.
Anggota Garda Nasional Sarah Beckstrom meninggal setelah penembakan di Washington, DC, kata Trump
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa Sarah Beckstrom, salah satu dari dua tentara Garda Nasional yang ditembak sehari sebelumnya di dekat Gedung Putih, telah meninggal, sementara tentara lainnya "berjuang untuk hidupnya."
Memuji Beckstrom, 20 tahun, sebagai "orang muda yang sangat dihormati, luar biasa," Trump mengatakan ia mengetahui kematian Beckstrom sesaat sebelum memulai panggilan video dengan pasukan AS untuk memperingati hari libur Thanksgiving.
"Pemuda lainnya sedang berjuang untuk hidupnya. Kondisinya sangat buruk," kata Trump saat berbicara kepada pasukan.
Anggota Garda Nasional kedua, Andrew Wolfe yang berusia 24 tahun, "berjuang demi hidupnya", katanya.
Baca tanpa iklan