Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Rubio dan Witkoff akan Menjamu Delegasi Ukraina di Florida, Bahas Proposal AS-Rusia

Menteri Luar Negeri AS Rubio dan utusan khusus Trump, Witkoff akan menjamu delegasi Ukraina yang berkunjung ke Florida membahas proposal perdamaian.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Rubio dan Witkoff akan Menjamu Delegasi Ukraina di Florida, Bahas Proposal AS-Rusia
Facebook The White House
ZELENSKY DAN TRUMP - Gambar diambil dari Facebook The White House, Rabu (16/7/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) bertemu di Gedung Putih pada 28 Februari 2025. Pada 30 November 2025, delegasi Ukraina pergi ke AS untuk menegosiasikan proposal yang disusun AS-Rusia. 

Sementara tim negosiatornya berunding ke Florida, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berencana mengunjungi Prancis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin akan menjamu Volodymyr Zelensky untuk berunding di Paris.

The Guardian melaporkan, Prancis kemungkinan akan membahas penerapan sanksi baru terhadap Rusia untuk menguras habis ekonominya.

Kemarin, Menteri Luar Negeri Prancis mengungkapkan bahwa kedua presiden tersebut akan membahas syarat perdamaian perang.

"Kedua pemimpin akan membahas syarat-syarat untuk perdamaian yang adil dan abadi," ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada hari Sabtu.

"Kami akan menyambut Presiden Zelensky di Paris pada hari Senin untuk memajukan negosiasi," katanya dalam komentarnya kepada surat kabar La Tribune Dimanche.

"Perdamaian dapat diraih, jika (Presiden Rusia) Vladimir Putin meninggalkan harapannya yang muluk-muluk untuk membangun kembali kekaisaran Soviet dengan terlebih dahulu menaklukkan Ukraina," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam peringatan kepada Moskow, Barrot menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin harus memilih antara menerima syarat perdamaian yang adil atau menerima sanksi.

"Vladimir Putin harus menerima gencatan senjata atau menerima Rusia yang akan dikenai sanksi baru yang akan menguras habis ekonominya, serta dukungan Eropa yang semakin intensif untuk Ukraina," tegasnya.

  • Komentar Andriy Yermak setelah Dipecat Zelensky

Mantan Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengomentari pemecatannya dan hubungannya dengan Presiden Zelensky.

Ia menyatakan dirinya akan tetap menganggap Zelensky sebagai temannya setelah pengunduran dirinya.

Dia adalah teman saya sebelum pekerjaan ini dan saya akan menganggapnya seperti itu setelahnya," kata Andriy Yermak kepada Financial Times, Sabtu.

Andriy Yermak mengonfirmasi ia dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat pada hari Sabtu untuk berunding dengan perwakilan pemerintahan Presiden Trump mengenai rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina.

Ia menyatakan dirinya bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana perdamaian AS pertama dengan 28 poin, yang mencakup tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan wilayah dan meninggalkan keanggotaan NATO.

"Delegasi di bawah pimpinan saya di Jenewa, bersama mitra Amerika kami, berhasil memastikan bahwa dokumen 28 poin tersebut tidak ada lagi," tegas Andriy Yermak.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas