Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mampukah Jerman Gantikan Amerika Jadi Tulang Punggung NATO? 

Amerika menyiratkan untuk mundur dari Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR) dan menyerahkannya ke Jerman atas tanggung jawab keamanan Eropa.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mampukah Jerman Gantikan Amerika Jadi Tulang Punggung NATO? 
Tagesschau
KOMANDAN EROPA - Jerman berencana menghidupkan lagi wajib militer ke rakyatnya karena kekuatan militer Rusia yang semakin mengancam Jerman di masa datang. Jerman digadang-gadang menjadi Komandan Keamanan Eropa menggantikan peran yang selama ini dipegang Amerika Serikat. 

Butch Bracknell, pensiunan perwira Marinir yang ditugaskan di NATO:

“Jika AS menyerahkan SACEUR kepada Eropa, kita harus menyadari bahwa kita menyerahkan pengaruh dan kemampuan yang sangat besar untuk mengarahkan fungsi militer NATO, dan hal ini akan ditafsirkan oleh Eropa sebagai sinyal yang jelas tentang penarikan diri Amerika dari urusan keamanan Eropa.” 

Apa yang Terjadi Selanjutnya 

Whitaker menyatakan belum ada langkah segera bagi Jerman untuk mengambil alih peran SACEUR tetapi Berlin melanjutkan kebijakannya untuk meningkatkan angkatan bersenjatanya dengan peningkatan pengeluaran dan perekrutan, yang dapat mengubah pengaruhnya dalam NATO

Anggota parlemen Jerman akan memberikan suara bulan depan pada undang-undang yang mengharuskan semua pria berusia 18 tahun untuk mengisi kuesioner tentang kebugaran dan kesediaan mereka untuk melakukan dinas militer.  

Seorang juru bicara Bundeswehr (sebutan buat militer Jerman) mengatakan kalau "situasi ancaman bagi Eropa dan Jerman telah memburuk secara signifikan sejak 2022," tahun invasi Rusia ke Ukraina, dan oleh karena itu, NATO dan sekutunya telah menyesuaikan target kemampuan mereka.  

Hal ini akan menghasilkan total kebutuhan militer Bundeswehr di masa mendatang sebesar sekitar 460.000 tentara, peningkatan jumlah personel menjadi sekitar 260.000 tentara aktif dan sekitar 200.000 tentara cadangan pada pertengahan dekade berikutnya. 

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas