Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Jam Bertatap Muka dengan Utusan AS, Putin Ngotot Soal Wilayah Ukraina

Pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff yang membahas perang Ukraina menemui jalan buntu.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 5 Jam Bertatap Muka dengan Utusan AS, Putin Ngotot Soal Wilayah Ukraina
Tribunnews.com/Tangkapan Layar YouTube Associated Press
BAHAS PERDAMAIAN UKRAINA - Pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan utusan khusus AS Steve Witkoff yang berlangsung pada Selasa (2/12/2025) di Moskow untuk membahas perdamaian di Ukraina. Selama pertemuan yang berlangsung lima jam itu mengalami kebuntuan, dengan Putin tak mau menerima usulan proposal terbaru. 

"Situasi yang tidak mudah. Sungguh kekacauan," tambahnya, seraya mencatat perang telah menyebabkan puluhan ribu korban setiap bulan.

Aktivitas diplomatik ini terjadi di tengah klaim Rusia yang menyebut telah merebut Pokrovsk, sebuah kota yang disebut "memiliki signifikansi khusus" di Donbas, dan Vovchansk di Kharkiv—klaim yang dibantah oleh Kyiv.

Saat ini, pasukan Moskow menguasai lebih dari 19 persen wilayah Ukraina.

Putin Tuduh Eropa Halangi Perdamaian

Sebelumnya Putin mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia "siap" berperang jika Eropa menginginkannya.

Ia menuduh para pemimpin benua itu mencoba menyabotase kesepakatan mengenai perang Ukraina sebelum ia bertemu dengan utusan AS.

"Kami tidak berencana berperang dengan Eropa, tetapi jika Eropa menginginkannya dan memulainya, kami siap sekarang juga," ujar Putin kepada wartawan di Moskow, dikutip dari The Moscow Times.

"Mereka tidak punya agenda damai, mereka berada di pihak perang," tambahnya, mengulangi klaimnya bahwa para pemimpin Eropa menghalangi upaya AS untuk menengahi perdamaian di Ukraina.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan perubahan Eropa terhadap rencana terbaru Trump untuk mengakhiri perang "hanya bertujuan pada satu hal — memblokir seluruh proses perdamaian dan mengajukan tuntutan yang sama sekali tidak dapat diterima oleh Rusia".

Draf awal 28 poin Washington untuk mengakhiri konflik kemudian diubah setelah mendapat kritik dari Kyiv dan Eropa, yang menganggapnya mengindahkan banyak tuntutan maksimalis Rusia.

Baca juga: Dokumen Rahasia 1.200 Halaman Rencana Perang Jerman Lawan Rusia: 800 Ribu Serdadu NATO Bergerak

Rencana untuk mengakhiri perang didukung oleh Trump, tetapi negara-negara Eropa khawatir rencana tersebut berisiko memaksa Kyiv menyerah pada tuntutan Rusia, terutama terkait wilayah.

Karena khawatir akan agresi Rusia lebih lanjut, Eropa telah berulang kali mengatakan perdamaian yang tidak adil tidak boleh diberlakukan terhadap Ukraina.

Utusan Trump sekarang berusaha menyelesaikan rencana tersebut dengan persetujuan Moskow dan Kyiv.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas