5 Jam Bertatap Muka dengan Utusan AS, Putin Ngotot Soal Wilayah Ukraina
Pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff yang membahas perang Ukraina menemui jalan buntu.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Pertemuan selama lima jam antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan utusan khusus AS, Steve Witkoff untuk membahas perdamaian Ukraina mengalami kebuntuan.
- Seorang pejabat senior Rusia menegaskan "tidak ada kompromi" yang dicapai terkait isu krusial integritas teritorial Ukraina.
- Delegasi AS membawa proposal perdamaian yang telah diperbarui, menyusul kritik keras dari Ukraina dan sekutunya terhadap draf 28 poin sebelumnya yang dinilai terlalu memihak Moskow.
TRIBUNNEWS.COM - Upaya diplomatik terbaru untuk mengakhiri konflik di Ukraina menemui jalan buntu.
Setelah selama lima jam bertatap muka antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan ututsan khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff, keduanya tak menemui kesepakatan.
Seorang pejabat senior Rusia menegaskan "tidak ada kompromi" yang dicapai terkait isu krusial integritas teritorial Ukraina.
Steve Witkoff yang ditemani oleh menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner bertemu dengan Putin di Ibu Kota Rusia pada Selasa (2/12/2025).
Meskipun pembicaraan berlangsung "sangat berguna dan konstruktif" menurut ajudan utama Kremlin, Yuri Ushakov, ia menekankan perundingan tersebut belum membuahkan hasil konkret.
"Sejauh ini kami belum menemukan kompromi, tetapi beberapa solusi Amerika dapat didiskusikan," ujar Ushakov, mengutip Al Jazeera.
Dirinya menggarisbawahi kebuntuan mendasar pada masalah wilayah yang dikuasai Rusia.
Delegasi AS membawa proposal perdamaian yang telah diperbarui, menyusul kritik keras dari Ukraina dan sekutunya terhadap draf 28 poin sebelumnya yang dinilai terlalu memihak Moskow.
Namun, usulan balasan dari Kyiv dan Eropa telah dikecam oleh Kremlin, dan Presiden Putin berulang kali menyebutnya "tidak dapat diterima".
Di sisi lain, Ukraina mengecam sikap keras kepala Moskow.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha menyatakan di media sosial jelas Putin tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri perang.
Baca juga: Putin Datangi Pos Komando Perang, Tentara Rusia Rebut Kota Penting Pokrovsk di Ukraina Timur
Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, saat kunjungan ke Irlandia, menyerukan tercapainya "perdamaian yang bermartabat" dan mengungkapkan kekhawatiran bahwa sekutu-sekutu Kyiv bisa "kelelahan" atau kehilangan minat dalam proses perdamaian.
Zelensky menambahkan menjaga integritas teritorial Ukraina tetap menjadi "tantangan terbesar" dalam negosiasi yang sedang berlangsung.
Sementara itu, di Washington, Presiden Donald Trump mengakui sulitnya negosiasi.
"Orang-orang kami berada di Rusia saat ini untuk melihat apakah kami bisa menyelesaikannya," kata Trump.
Baca tanpa iklan