VIDEO WAWANCARA EKSKLUSIF! Ketika Roket Menyambut Tugas: Kisah Dubes RI di Ukraina
“Namun tak lama setelah sampai di Kyiv, saya disambut dengan adanya roket yang melayang di udara. Saya kaget, saya pikir ini kembang api dari mana”
Editor:
Srihandriatmo Malau
Ringkasan Berita:
- Duta Besar RI untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah menjadi garda depan diplomasi Indonesia di tengah perang yang belum usai.
- Ia berbagi kisah ketika roket menyambut kedatangannya di Kyiv, menggambarkan beratnya tugas di zona konflik.
- Meski di bawah ancaman, Dubes Arief tetap memastikan perlindungan dan keselamatan WNI di Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik Rusia dan Ukraina telah berlangsung lebih dari 1.000 hari, tanpa menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Ledakan dan sirene menjadi bagian dari keseharian warga Ukraina, sementara ketegangan terus menghantui kawasan tersebut.
Konflik yang awalnya dipandang sebagai perebutan wilayah kini berkembang menjadi tarik-menarik kepentingan geopolitik, perebutan narasi global, dan pertaruhan masa depan keamanan internasional.
Di tengah konflik yang tak kunjung reda, Indonesia tetap hadir — lewat peran diplomatik dan kemanusiaan.
Sosok Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia, Arief Muhammad Basalamah, menjadi garda depan dari misi diplomasi tersebut.
Dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews, di studio Tribun Network, Jakarta, Selasa (2/12/2025), Dubes Arief menceritakan langsung pengalaman dan tantangan menjalankan tugas di Kyiv, ibu kota yang masih dibayangi perang.
“Sebagai orang normal saja, saya bukan tentara. Pada saat masuk tentu ada perasaan deg-degan... Tapi melihat pemandangan alam di sana indah, ladang gandum bisa menutup rasa khawatir saya,” ujar Dubes Arief sambil tersenyum mengenang hari pertama ia tiba di Ukraina.
Namun ketenangan itu tak bertahan lama.
“Namun tak lama setelah sampai di Kyiv, saya disambut dengan adanya roket yang melayang di udara. Saya kaget, saya pikir ini kembang api dari mana,” kenangnya.
Kehidupan di Kyiv, kata Arief, berjalan di bawah bayang ancaman.
Ledakan bisa terjadi kapan saja. Namun masyarakat, termasuk para diplomat, telah beradaptasi dengan situasi yang tidak menentu.
Berikut petikan wawancara eksklusif bersama Dubes RI untuk Ukraina Arief Muhammad Basalamah:
Bapak, mungkin boleh disampaikan terlebih dahulu bagaimana situasinya sekarang di Ukraina ini. Banyak yang ingin tahu selama lebih dari 1300-an hari konflik itu?
Konflik di Ukraina ini masih terus berlangsung. Perang antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut. Dan eskalasi perang itu kelihatannya semakin meningkat belakangan ini. Serangan dari Rusia terhadap Ukraina itu terus meningkat.
Angin perdamaian sepertinya akan berhembus mendamaikan Ukraina dengan Rusia setelah Presiden Vladimir Putin merespons rencana perdamaian dengan Ukraina yang didukung oleh Amerika Serikat, Sejauh pengamatan Bapak sebagai wakil dari Pemerintah Republik Indonesia, apakah upaya perdamaian ini akan berlangsung cepat atau justru malah alot?
Baca tanpa iklan