Eropa Khawatir AS akan 'Khianati' Mereka dan Paksa Ukraina Menyerah
Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.381. Eropa khawatir AS dapat memaksa Ukraina dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Pemimpin Ukraina itu menyerukan kepada mitra Ukraina agar terus membantu negaranya hingga perang berakhir dan keamanan terjamin.
Militer Ukraina dari unit "Hantu" dikabarkan berhasil menghancurkan jet tempur MiG-29 Rusia di wilayah lapangan terbang militer Kacha di Krimea yang diduduki.
"Pasukan khusus GUR terus secara sistematis melemahkan sistem pertahanan udara Moskow di semenanjung yang diduduki sementara, menghancurkan radar, sistem antipesawat, dan kini juga pesawat tempur Angkatan Bersenjata Rusia," demikian bunyi laporan Kementerian Pertahanan Ukraina.
Sebelum serangan itu, Gubernur Sevastopol yang dipasang Rusia, Mykhailo Razvozhayev, melaporkan adanya peringatan serangan udara pada hari Kamis.
Menurutnya, dua target udara ditembak jatuh di atas laut pada jarak yang cukup jauh dari pantai di sisi utara.
-
Belanda akan Beri Bantuan Militer untuk Ukraina
Belanda lagi-lagi menggelontorkan bantuan militer untuk Ukraina.
Kali ini, pemerintah Belanda akan mengalokasikan 35 juta euro untuk mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina selama musim dingin.
Dana fantastis tersebut akan digunakan untuk membiayai pasokan dan peralatan medis.
"Hari ini, Belanda mengumumkan alokasi dana sebesar 35 juta euro melalui UCAP untuk membiayai pasokan medis, peralatan, dan dukungan praktis lainnya guna membantu pasukan Ukraina bertahan hidup di musim dingin," tulis Menteri Luar Negeri Belanda, David van Wiel di platform X pada hari Kamis.
Pada 1 Desember lalu, Belanda mengumumkan akan mengalokasikan 250 juta euro kepada Ukraina untuk pasokan senjata di bawah program PURL.
Dalam kerangka pendanaan ini, Belanda membeli sistem pertahanan udara dan amunisi untuk pesawat tempur F-16 dari AS untuk kebutuhan Angkatan Bersenjata Ukraina.
Pada bulan Oktober, Belanda mengumumkan paket bantuan senilai 200 juta euro untuk Ukraina, yang akan digunakan untuk membeli sistem anti-drone, lapor Suspilne.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan