Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Eropa Khawatir AS akan 'Khianati' Mereka dan Paksa Ukraina Menyerah

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.381. Eropa khawatir AS dapat memaksa Ukraina dalam perundingan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Eropa Khawatir AS akan 'Khianati' Mereka dan Paksa Ukraina Menyerah
Kantor Presiden Ukraina
ZELENSKY KUNJUNGI NATO - Tangkapan layar laman Presiden Ukraina, Kamis (26/6/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky melakukan kunjungan ke Lembaga-lembaga Dewan Eropa di Den Haag pada hari Rabu (25/6/2025). Pada 4 Desember 2025, Eropa dikabarkan khawatir dengan sikap AS terhadap perundingan damai untuk Rusia dan Ukraina. 

Ringkasan Berita:
  • Majalah Jerman melaporkan bahwa para pemimpin negara Eropa khawatir dengan sikap Amerika Serikat dalam upaya perundingan dengan Rusia.
  • Eropa menyebut posisi Ukraina sangat berbahaya setelah AS mengajukan 28 poin rencana perdamaian.
  • Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.381 ketika delegasi Ukraina melanjutkan diskusi dengan tim AS di Amerika.

TRIBUNNEWS.COM - Mitra dekat Ukraina, negara-negara Eropa, memperingatkan negara yang sedang berperang dengan Rusia itu, Amerika Serikat (AS) mungkin bisa memaksa mereka menyerah.

Majalah Jerman, Der Spiegel, menulis laporan yang disebut sebagai "bocoran informasi" tentang panggilan telepon antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan beberapa pemimpin negara Eropa.

"(Presiden Prancis) Emmanuel Macron dilaporkan telah memperingatkan Volodymyr Zelenskyy bahwa ada kemungkinan AS akan mengkhianati Ukraina di wilayah, tanpa kejelasan tentang jaminan keamanan," lapor majalah Jerman Der Spiegel pada hari Kamis (4/12/2025).

Der Spiegel mengatakan pihaknya memperoleh ringkasan bahasa Inggris dari panggilan telepon hari Senin (1/12/2025).

Inti panggilan telepon itu adalah keraguan Eropa mengenai kedekatan AS dengan Rusia mengenai pembicaraan terkait rencana perdamaian untuk mengakhiri perang. 

Presiden Prancis menggambarkan fase negosiasi yang menegangkan saat ini sebagai "bahaya besar" bagi presiden Ukraina yang sedang berjuang.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dilaporkan menambahkan pemimpin Ukraina perlu sangat berhati-hati.

"Mereka mempermainkan Anda dan kami," kata Friedrich Merz berbicara tentang delegasi AS yang ke Rusia minggu ini, menurut laporan tersebut.

Rombongan delegasi tersebut termasuk utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner.

Majalah Der Spiegel mengatakan para pemimpin lain yang juga anggota NATO, menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai sikap mitranya, AS.

Salah satunya Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang dekat dengan Trump lewat golf, dilaporkan memperingatkan mereka, "Kita tidak boleh meninggalkan Ukraina dan Volodymyr (Zelenskyy) sendirian dengan orang-orang ini."

Baca juga: Inggris Gandeng Norwegia, Negara-negara NATO Bakal Memburu Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara 

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte juga dilaporkan mengatakan dia setuju dengan pemimpin Finlandia bahwa mereka perlu melindungi Zelenskyy.

Pihak majalah Der Spiegel mencoba berbicara dengan "beberapa" peserta panggilan tersebut, yang mengonfirmasi bahwa panggilan tersebut memang terjadi, dua di antaranya mengatakan bahwa pernyataan tersebut benar.

Sementara itu pemerintah Ukraina menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, lapor The Guardian.

Ukraina saat ini berupaya meyakinkan AS, sebagai penengah dalam perundingan dengan Rusia, agar perang dapat diakhiri tanpa syarat yang merugikan negaranya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas