Balas China, Kini Jepang Terbitkan Travel Warning ke Tiongkok Jelang Peringatan Nanjing
Kedutaan Besar Jepang di Tiongkok mengimbau warganya untuk menahan diri sementara ini khususnya mendekati peringatan peristiwa Nanjing
Penulis:
Bobby W
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- Kedutaan Besar Jepang di China menerbitkan peringatan bepergian bagi warganya menjelang peringatan Peristiwa Nanjing
- Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai respons militer Tokyo jika China menyerang Taiwan.
- Peristiwa Nanjing merujuk pada pembantaian massal, pemerkosaan, dan penjarahan yang dilakukan tentara Kekaisaran Jepang di Nanjing pada akhir 1937
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Asia Timur bisa dikatakan jauh dari kata usai setelah pada Jumat ini (5/12/2025) Jepang menerbitkan peringatan bepergian atau travel warning bagi warganya yang ingin ke China.
Adapun peringatan ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Jepang di Tiongkok menjelang peringatan atas “Peristiwa Nanjing” yang jatuh pada minggu depan
Peristiwa yang dikenal juga sebagai Pembantaian Nanjing ini dinilai akan menjadi isu sangat sensitif yang dapat memerkeruh ketegangan kedua negara tersebut belakangan ini.
Adapun ketegangan antara China dan Jepang tersebut belakangan ini meningkat sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kepada parlemen bulan lalu bahwa serangan hipotetis Tiongkok terhadap Taiwan yang diperintah secara demokratis dapat memicu respons militer dari Tokyo.
Alhasil, Kedutaan Besar Jepang di Tiongkok mengimbau warganya untuk tidak keluyuran di negeri Tirai Bambu untuk sementara ini khususnya mendekati peringatan peristiwa Nanjing.
“Sentimen anti-Jepang cenderung meningkat pada hari-hari yang berkaitan dengan isu sejarah antara Jepang dan Tiongkok, jadi diperlukan kewaspadaan khusus mengingat pemberitaan lokal baru-baru ini tentang hubungan Jepang-Tiongkok,” demikian pernyataan kedutaan Jepang untuk Tiongkok tersebut seperti yang dikutip dari Asahi Shinmbun.
Adapun langkah senada juga telah dilakukan oleh pemerintah China terlebih dahulu yang juga mengimbau warganya untuk bepergian ke Jepang untuk sementara waktu.
Imbauan tersebut disampaikan Kedutaan Besar Tiongkok di Tokyo pada 26 November 2025 lalu.
Pihak Kedubes Tiongkok untuk Jepang, menyatakan bahwa lingkungan keamanan secara keseluruhan bagi warga negara Tiongkok di Jepang terus memburuk.
Mereka juga mengaku telah menerima laporan tentang serangan fisik dan pelecehan verbal terhadap warga mereka di Jepang.
Hal ini pun menjadi alasan utama bagi Pemerintah Tiongkok untuk mendesak warganya yang sedang berada di Jepang guna meningkatkan langkah-langkah keselamatan pribadi dan tetap waspada,
Selain itu, Kementerian Pendidikan Tiongkok juga telah memperingatkan mahasiswa mereka yang ingin melanjutkan studinya ke Jepang untuk "mempertimbangkan ulang" rencana tersebut
Baca juga: Jepang Lakukan Uji Coba Senjata Laser 100 kW di Tengah Ketegangan dengan China
Langkah ini juga melanjutkan serangkaian tindakan retaliasi Tiongkok sejak pertengahan November lalu.
Pada 14 November 2025, Kedutaan Tiongkok di Jepang juga mengeluarkan peringatan serupa yang meminta warganya menghindari perjalanan non-esensial ke Jepang.
Pernyataan itu datang hanya seminggu setelah Takaichi mengemukakan pernyataan kontroversialnya di parlemen pada 7 November 2025.
Baca tanpa iklan