5 Populer Internasional: Gempa M 7,0 Guncang Alaska - Pohon Natal Raksasa Menyala di Betlehem
Rangkuman berita populer internasional dalam satu hari terakhir, di antaranya gempa dengan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Alaska
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Kota suci Betlehem di Tepi Barat menyalakan pohon Natal raksasa di Manger Square pada Sabtu (6/12/2025).
Ini merupakan pertama kalinya pohon tersebut dinyalakan sejak pecahnya perang di Gaza lebih dari dua tahun lalu, lapor Al Jazeera.
Upacara ini diharapkan dapat mendorong wisatawan kembali dan memberi semangat bagi ekonomi kota yang terpukul.
Ribuan warga Palestina, termasuk keluarga, pejabat, dan turis dari Israel serta Tepi Barat, berkumpul di luar Gereja Kelahiran untuk menyaksikan pohon dihiasi pernak-pernik merah dan emas itu dinyalakan.
"Penyalaan pohon Natal adalah bentuk keceriaan yang dibutuhkan semua orang," kata Nour Odeh dari Al Jazeera.
Meskipun berlangsung selama dua jam, perayaan tahun ini lebih tenang dibanding sebelumnya, hanya diisi himne dan doa untuk perdamaian.
Gereja Kelahiran adalah gereja Kristen kuno yang terletak di Betlehem, Tepi Barat.
Gereja ini diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus dan menjadi salah satu situs ziarah paling penting di dunia.
Selama dua tahun terakhir, semua perayaan Natal publik dibatalkan karena konflik dan serangan Israel yang hampir setiap hari di Tepi Barat.
4. Presiden Suriah Al-Sharaa Kecam Agresi Israel dan Bahas Pemilu 5 Tahun
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengecam serangkaian serangan Israel yang disebutnya memicu ketegangan regional dan mengalihkan perhatian dari “pembantaian mengerikan” di Gaza.
Peringatan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Christiane Amanpour pada program Newsmaker CNN di Forum Doha, Sabtu (6/12/2025).
Baca juga: Trump Peringatkan Israel agar Tak Ikut Campur di Suriah, Klaim demi Perdamaian Timur Tengah
Al Jazeera melaporkan wawancara tersebut diterbitkan pada 6 Desember 2025.
Al-Sharaa menuduh para pemimpin Israel “mengekspor krisis” ke negara lain dengan memanfaatkan dalih keamanan pasca serangan 7 Oktober.
“Israel telah menjadi negara yang berperang melawan hantu,” ujarnya, dikutip Al Jazeera.
Baca tanpa iklan