Ibu dan Bayinya Sembunyi di Selokan Hindari Tembakan Tentara Thailand
Serangan militer Thailand selama dua hari di wilayah perbatasan telah menewaskan tujuh warga sipil Kamboja dan melukai 20 orang lainnya.
Penulis:
Hasanudin Aco
Media Khmer Times menangkap gambar evakuasi massal penduduk yang mencari perlindungan di provinsi Siem Reap.
Tak hanya itu sejumlah video di media sosial memperlihatkan seorang ibu bersembunyi dengan bayinya di dalam selokan di provinsi Preah Vihear.
Mereka berlindung dari serangan militer Thailand.
Demikian pula sebaliknya, warga Thailand di perbatasan berbondong bondong mengungsi menyelamatkan diri dari artileri tentara Kamboja.
Sempat didamaikan Trump
Thailand dan Kamboja sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata tanpa syarat pada 29 Juli 2025 setelah lima hari pertempuran di perbatasan.
Pertempuran lima hari di perbatasan dua negara itu mengakibatkan sedikitnya 33 orang tewas dan puluhan ribu warga mengungsi.
28 Juli 2025, dua negara dimediasi di Putrajaya, Malaysia, oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim ASEAN. selaku Ketua ASEAN.
Presiden AS Donald Trump juga telah memediasi kedua belah pihak dan sepakat hentikan perang.
Namun sejak kemarin 8 Desember 2025, militer Thailand melancarkan serangan udara ke sasaran militer Kamboja di perbatasan setelah menuduh Kamboja lebih dulu menembak.
Sumber: Bangkok Post/Khmer Times
Baca tanpa iklan