Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Perang Thailand-Kamboja Terus Memanas, Menlu Thailand: Bukan Bangkok yang Memulai

Ledakan artileri, roket serta serangan udara memaksa lebih dari 500 ribu warga sipil dari kedua negara mengungsi menjadikan konflik bereskalasi parah.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: willy Widianto
zoom-in Perang Thailand-Kamboja Terus Memanas, Menlu Thailand: Bukan Bangkok yang Memulai
Tangkap layar lembaga penyiaran Thailand TBPS
KONFLIK THAILAND KAMBOJA - Sejumlah warga Thailand berlindung di bunker seadanya sesaat militer Kamboja melakukan serangan di perbatasan kedua negara pada Kamis (24/7/2025).  

Ringkasan Berita:
  •  Lebih dari 500.000 orang mengungsi akibat pertempuran tersebut.
  • Militer Thailand juga melaporkan bahwa roket yang ditembakkan dari Kamboja telah mendarat di dekat Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Surin pada Rabu pagi.
  • Di negara tetangga Kamboja sebanyak 101.229 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan yang aman dan rumah kerabat di lima provinsi kata juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, Maly Socheata.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK – Ketegangan di kawasan Asia Tenggara kembali memanas setelah bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan memasuki hari ketiga tanpa tanda-tanda mereda. Dentuman artileri, roket, dan serangan udara memaksa lebih dari 500.000 warga sipil dari kedua negara mengungsi, menjadikan konflik ini sebagai salah satu eskalasi paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Kamboja Tembakkan Sejumlah Rudal ke Desa di Thailand

Situasi kian mendapat sorotan internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan turun tangan langsung dengan melakukan panggilan telepon guna menghentikan pertempuran, menyusul gagalnya gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi pada Oktober 2025.

Para pejabat dari Thailand dan Kamboja pada Rabu (10/12/2025) saling melontarkan tuduhan sebagai pihak pemicu konflik. Bentrokan sepanjang pekan ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 13 tentara dan warga sipil, serta memaksa ratusan ribu orang meninggalkan rumah demi keselamatan.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri mengungkapkan bahwa skala evakuasi terus membesar seiring meningkatnya ancaman di wilayah perbatasan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Lebih dari 400.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan yang aman di tujuh provinsi,” kata Surasant dalam konferensi pers pada Rabu.

Ia menambahkan bahwa evakuasi besar-besaran dilakukan karena situasi dinilai sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan warga sipil.

Militer Thailand juga melaporkan bahwa roket yang ditembakkan dari wilayah Kamboja mendarat di sekitar Rumah Sakit Phanom Dong Rak di Provinsi Surin pada Rabu pagi. Insiden tersebut memaksa pasien serta tenaga medis berlindung di bunker darurat.

Sementara itu, di sisi Kamboja, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional, Maly Socheata, menyebut sedikitnya 101.229 warga telah dievakuasi ke tempat aman dan rumah kerabat di lima provinsi yang berbatasan dengan Thailand.

Laporan media di kedua negara turut mengonfirmasi eskalasi militer. Cambodianess, situs yang dioperasikan Cambodian Media Broadcasting Corporation, melaporkan bahwa jet tempur F-16 milik Thailand menyerang dua wilayah di Kamboja, sementara penembakan artileri terus berlangsung di tiga wilayah lainnya.

Di sisi lain, portal berita Matichon Online melaporkan bahwa Angkatan Udara Thailand mengerahkan F-16 untuk menyerang “satu target militer Kamboja” di sepanjang perbatasan pada Rabu pagi.

Menurut surat kabar The Nation, yang mengutip sumber militer Thailand, roket dan artileri Kamboja menargetkan sedikitnya 12 titik garis depan di empat provinsi Thailand. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa tambahan akibat serangan tersebut.

Koresponden Al Jazeera, Rob McBride, yang melaporkan dari Provinsi Surin, mengatakan bahwa militer Thailand menyebut pertempuran kini terjadi di hampir seluruh provinsi perbatasan.

“Di Surin saja, terjadi baku tembak di lima lokasi berbeda, dan ribuan warga telah dievakuasi,” ujar McBride.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas