Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang Meletus, 100.000 Warga Kamboja Angkat Kaki Tinggalkan Rumah

Konflik memanas di perbatasan Thailand–Kamboja. Lebih dari 100.000 warga mengungsi, ribuan lainnya dievakuasi, sementara bentrokan terus meluas.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Meletus, 100.000 Warga Kamboja Angkat Kaki Tinggalkan Rumah
(Ho/Campus League)
WARGA MENGUNGSI - Seorang ibu menggendong bayinya saat bersembunyi di selokan di perbatasan Kamboja–Thailand, di tengah konflik yang memaksa lebih dari 100.000 warga mengungsi. 

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, pemerintah pusat mengklaim telah menyiagakan tambahan unit medis dan logistik di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi jika baku tembak kembali meningkat.

Dengan situasi yang belum stabil, Bangkok menyatakan fokus utamanya adalah menjaga keselamatan warga sebelum mempertimbangkan langkah diplomasi lebih lanjut.

Konflik yang terus melebar meningkatkan kekhawatiran bahwa jumlah pengungsi dari kedua negara bisa bertambah secara signifikan jika gencatan senjata tidak segera tercapai.

Bentrokan Memasuki Pekan Berdarah, Korban Tewas Bertambah

Berdasarkan laporan pejabat keamanan dan tim medis di kedua negara yang dikutip dari CNA, setidaknya 13 orang tewas dalam sepekan terakhir, termasuk tentara dan warga sipil yang terkena serangan artileri.

Ketegangan memuncak awal pekan lalu setelah kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata hasil mediasi internasional.

Insiden pertama terjadi ketika pasukan Thailand melaporkan tembakan mortir dari wilayah Kamboja yang jatuh di desa perbatasan.

Kamboja membantah tuduhan tersebut dan mengklaim bahwa Thailand lebih dulu memulai tembakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Selang dua hari kemudian, bentrokan kembali pecah di tiga titik sepanjang perbatasan 817 kilometer.

Senjata berat, artileri jarak jauh, dan kendaraan lapis baja dilaporkan digunakan oleh kedua pihak.

Serangan tersebut mengenai sejumlah pemukiman, memaksa ribuan warga Thailand dan lebih dari 100.000 warga Kamboja mengungsi.

Hingga kini kedua negara masih berada dalam posisi saling serang ringan, meskipun intensitasnya menurun pada dua hari terakhir.

Analis militer memperingatkan bahwa tanpa komitmen gencatan senjata baru, potensi pecahnya bentrokan besar kembali tetap tinggi dan dapat memperluas jumlah korban.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas