Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Pasang Harga Tinggi di Meja Perundingan, Trump Minta Netanyahu Kalem

Syarat Iran ke meja perundingan, yakni gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran di luar negeri. Menolak berunding jika tak dipenuhi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Willem Jonata
zoom-in Iran Pasang Harga Tinggi di Meja Perundingan, Trump Minta Netanyahu Kalem
HO/IST/Tangkap Layar/mediasosial/sc.AP
KESEHATAN TRUMP - Gambar tangkap layar di media sosial yang menunjukkan kelainan pada wajah Presiden AS, Donald Trump. Sejumlah penampilan janggal Trump di depan publik telah memicu spekulasi seputar kesehatannya. 

Ringkasan Berita:
  • Gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran di luar negeri yang dibekukan di luar negeri menjadi harga mati bagi Teheran, untuk perundingan dengan AS dan Israel
  • Buntut sikap keras Teheran, Presiden AS Donald Trump dilaporkan mulai mengambil langkah untuk meredakan tensi. Ia menghubungi Netanyahu agar menurunkan intensitas serangan di Lebanon
  • Vance mengisyaratkan bahwa Israel mulai menahan diri di Lebanon demi menjaga peluang keberhasilan diplomasi di Islamabad

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran tegas menyatakan tidak akan mengikuti meja perundingan dengan Amerika Serikat (AS) jika dua syarat utama mereka tidak dipenuhi, yakni gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa Teheran hanya akan berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut jika kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya diimplementasikan secara nyata.

"Dua hal ini harus dipenuhi sebelum negosiasi dimulai. Gencatan senjata di Lebanon dan pelepasan aset Iran yang diblokir adalah syarat mutlak," tulis Qalibaf melalui akun X miliknya, seperti dikutip Fars News, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Trump: Senjata Terkuat akan Dipakai Jika Negosiasi AS-Iran Gagal

Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai cakupan gencatan senjata dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan.

Sementara Iran dan sekutunya menganggap Lebanon masuk dalam paket perdamaian, Israel dan AS cenderung memiliki penafsiran berbeda.

Rekomendasi Untuk Anda

Buntut sikap keras Teheran, Presiden AS Donald Trump dilaporkan mulai mengambil langkah untuk meredakan tensi.

Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Trump meminta agar Israel menurunkan intensitas militernya.

"Saya sudah berbicara dengan Bibi (Netanyahu) dan dia akan menurunkan intensitasnya. Saya pikir kita harus sedikit lebih tenang," ujar Trump kepada NBC News.

Langkah ini didukung oleh Wakil Presiden JD Vance yang akan memimpin delegasi ke Pakistan.

Vance mengisyaratkan bahwa Israel mulai menahan diri di Lebanon demi menjaga peluang keberhasilan diplomasi di Islamabad.

"Pihak Israel mencoba menata situasi agar perundingan kita sukses. Bukan karena itu bagian dari (dokumen) gencatan senjata, tapi mereka ingin memberikan ruang bagi kesuksesan diplomasi," kata Vance.

Diplomasi dua jalur Netanyahu

Di sisi lain, PM Benjamin Netanyahu berada dalam posisi yang dilematis. Meski berjanji akan terus menekan Hezbollah, ia juga mengumumkan kesediaan untuk memulai dialog langsung yang bersejarah dengan pemerintah Lebanon di Washington pekan depan.

"Saya telah menginstruksikan Kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon guna mencapai dua tujuan, yakni pelucutan senjata Hezbollah dan perjanjian damai yang berkelanjutan," tegas Netanyahu dalam sebuah pesan video seperti dikutip NPR.

Namun, pemerintah Lebanon melalui Presiden Joseph Aoun tetap bersikukuh bahwa gencatan senjata harus terjadi terlebih dahulu sebelum negosiasi dimulai.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas