Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bentrok Senjata Thailand dan Kamboja Semakin Panas, Phnom Penh Sebut 10 Warganya Tewas

Kamboja menyebut Thailand sengaja menyasar pemukiman warga dalam serangan roket terbaru. Sebut 10 warga Kamboja tewas.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Bentrok Senjata Thailand dan Kamboja Semakin Panas, Phnom Penh Sebut 10 Warganya Tewas
Thairath
KAMBOJA TUDUH THAILAND - Serangan jet tempur F-16 Thailand di kawasan Chub Goki, Distrik Bantheay Ampil, Provinsi Udong Meanchey, Kamboja Rabu malam (10/12/2025). Kamboja menuduh Thailand sengaja menyasar pemukiman warga dalam serangan artileri terbaru mereka, sehingga menewaskan 10 warga sipil. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik antara Thailand dengan Kamboja semakin memanas.
  • Memasuki hari keempat, Kamboja menuduh Thailand sengaja menyasar pemukiman warga saat menembakkan peluru artileri ke berbagai lokasi.
  • Pemerintah Kamboja melaporkan bahwa sedikitnya 10 warga sipil tewas dan 60 lainnya terluka dalam serangan terbaru Thailand.

TRIBUNNEWS.COM - Konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas.

Pemerintah Kamboja melaporkan bahwa sedikitnya 10 warga sipil tewas dan 60 lainnya terluka dalam putaran terbaru bentrokan di wilayah perbatasan kedua negara Asia Tenggara tersebut.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, korban tewas meliputi 10 warga sipil, termasuk seorang bayi, dan 60 lainnya luka-luka.

Laporan korban jiwa ini disampaikan Socheata dalam konferensi pers pada Kamis (11/12/2025).

Menurut Socheata, konflik perbatasan Kamboja-Thailand kembali pecah pada Minggu sore dan masih berlangsung hingga Kamis pagi.

Kamboja menuduh Angkatan Darat Thailand telah menembakkan peluru artileri ke berbagai lokasi di wilayah Kamboja.

Rekomendasi Untuk Anda

"Korban jiwa termasuk 10 warga sipil, di antaranya satu bayi, dan 60 warga sipil menderita luka-luka," tegas Socheata, dikutip dari CGTN.

Eskalasi pertempuran ini telah memicu krisis pengungsian besar-besaran.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Kamboja pada Rabu malam, disebutkan bahwa lebih dari 56.000 keluarga, atau sekitar 190.000 warga sipil, terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat perlindungan yang aman.

Kamboja menuduh tentara Thailand melanggar hukum humaniter internasional dengan menembaki warga sipil di Desa Prey Chan.

Lebih lanjut, serangan artileri Thailand dituduh menghantam area Candi Khnar serta wilayah O'Smach, merusak rumah, sekolah, jalan, pagoda, dan candi kuno.

Baca juga: Mengulik Armada Peluncur Roket D11A Thailand: Karya Kolaborasi Israel dengan Jarak Tembak 450 Km

"Tindakan agresi brutal militer Thailand ini secara membabi buta menargetkan area sipil, khususnya sekolah, dan menghancurkan Candi Ta Krabey serta Candi Preah Vihear, yang merupakan situs warisan budaya dunia yang sangat sakral bagi Kamboja," tulis Kementerian Pertahanan Kamboja.

Kamboja mendesak Thailand untuk segera menghentikan semua aktivitas permusuhan, menarik pasukannya, dan menghindari tindakan agresi yang mengancam perdamaian dan stabilitas regional.

Thailand Tuduh Balik Kamboja

Menanggapi tuduhan tersebut, Thailand balik menuduh Kamboja "sengaja" menggunakan situs bersejarah sebagai "basis operasi militer", sehingga dianggap bersalah karena melanggar hukum internasional.

"Kamboja dengan sengaja menggunakan situs kuno untuk operasi militer, sebagai pangkalan untuk menyerang Thailand, dan dengan sengaja merusak perlindungan situs kuno."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas