Bentrok Senjata Thailand dan Kamboja Semakin Panas, Phnom Penh Sebut 10 Warganya Tewas
Kamboja menyebut Thailand sengaja menyasar pemukiman warga dalam serangan roket terbaru. Sebut 10 warga Kamboja tewas.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nuryanti
"Thailand membalas sebagai respons yang diperlukan," jelas pihak militer Thailand, dikutip dari Al Jazeera.
Bentrokan yang bermula pada hari Senin ini telah meluas ke lebih dari selusin lokasi dan kini mencakup lima provinsi di sepanjang perbatasan.
Eskalasi pertempuran ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memimpin penandatanganan perjanjian gencatan senjata antara kedua negara tetangga Asia Tenggara tersebut pada 26 Oktober 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Gencatan senjata itu juga dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Menyikapi konflik yang kembali berkobar, Presiden Trump menyatakan optimismenya untuk mengamankan kesepakatan damai lain.
"Saya pikir saya bisa membuat mereka berhenti berkelahi," ujar Trump kepada wartawan.
Trump menambahkan bahwa ia dijadwalkan berbicara dengan para pemimpin kedua negara melalui telepon pada hari Kamis.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Thailand sempat menyatakan kepada Al Jazeera bahwa Kamboja "belum siap" untuk negosiasi damai.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan