Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
Live
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Serangan Siber Lumpuhkan Basis Data Registrasi Militer Rusia, Moskow Tak Bisa Rekrut Pasukan

Disebutkan, militer Rusia akan kesulitan untuk merekrut para calon serdadu untuk dikirim ke garis depan perang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Serangan Siber Lumpuhkan Basis Data Registrasi Militer Rusia, Moskow Tak Bisa Rekrut Pasukan
HO/IST/Tangkap Layar/Grigory Sverdlin / Facebook
DIRETAS - Tampilan depan laman sistem wajib militer digital Rusia saat mengalami peretasan, Kamis (11/12/2025). Peretasan ini membuat militer Rusia disebut-sebut tidak bisa mengakses data para wajib militer untuk dikirim ke garis depan Perang Ukraina. 
Memuat video…

Serangan Siber Lumpuhkan Basis Data Registrasi Militer Rusia, Moskow Tak Bisa Rekrut Pasukan

TRIBUNNEWS.COM - Peretas anonim dilaporkan membobol pengembang utama sistem wajib militer digital Rusia, kata Grigory Sverdlin, kepala organisasi nirlaba penghindar wajib militer Rusia, Idite Lesom pada Kamis (11/12/2025).

Apa dampak pembobolan server wajib militer ini?

Disebutkan, militer Rusia akan kesulitan untuk merekrut para calon serdadu untuk dikirim ke garis depan perang.

Baca juga: Rusia Serang Ukraina Semalaman, Pemanas dan Air Buat Ribuan Rumah Terputus di Musim Dingin

“Selama beberapa bulan ke depan, sistem (yang menyimpan 30 juta catatan) tidak akan dapat mengirim orang untuk membunuh atau mati,” tulis Grigory Sverdlin di Facebook.

Sverdlin mengatakan kelompoknya menerima sejumlah besar dokumen dari peretas, termasuk kode sumber, dokumentasi teknis, dan komunikasi internal dari pengembang, penyedia perangkat lunak dan solusi digital Rusia, Micord.

Situs web Micord menyatakan sedang dalam "pemeliharaan teknis" ketika diakses pada hari Kamis.

Rekomendasi Untuk Anda

Outlet berita investigasi yang diasingkan, IStories, yang menerima dokumen dari Idite Lesom, mengatakan kalau mereka telah mengkonfirmasi adanya pembobolan tersebut dengan direktur Micord, Ramil Gabdrahmanov.

“Dengar, ini bisa terjadi pada siapa saja. Banyak yang sedang diserang saat ini,” kata Gabdrahmanov seperti dikutip.

Ia menolak untuk mengkonfirmasi keterlibatan Micord dalam basis data registrasi militer terpadu Rusia, dengan mengatakan “kami mengerjakan banyak proyek berbeda.”

IStories mengatakan pihaknya dapat secara independen memverifikasi keterlibatan Micord dalam basis data digital tersebut.

DIRETAS - Tampilan depan laman sistem wajib militer digital Rusia
DIRETAS - Tampilan depan laman sistem wajib militer digital Rusia saat mengalami peretasan, Kamis (11/12/2025). Peretasan ini membuat militer Rusia disebut-sebut tidak bisa mengakses data para wajib militer untuk dikirim ke garis depan Perang Ukraina.

Beberapa pengguna mengatakan kepada Sverdlin bahwa mereka masih dapat mengakses situs web basis data tersebut, meskipun belum jelas apakah surat panggilan elektronik terpengaruh.

Server Wajib Militer Rusia

Server wajib militer Rusia yang diretas tersebut merupakan data registri digital terpusat untuk pria berusia antara 18 dan 30 tahun yang memenuhi syarat wajib militer.

Penggunaan sistem digital ini merupakan bagian dari perombakan sistem berbasis kertas yang tidak efisien oleh militer Rusia selama masa perang.

Registri ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengeluarkan surat panggilan secara daring, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk pengiriman langsung.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas