Kim Jong Un Nobatkan Tentara Korut yang Gugur sebagai Pahlawan Negara
Kim Jong Un nobatkan tentara Korut yang gugur di Rusia sebagai Pahlawan Negara. Pyongyang soroti aliansi strategis Korut–Rusia.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Kim Jong Un nobatkan tentara gugur sebagai Pahlawan Negara setelah tewas menjalankan misi berisiko tinggi, termasuk pembersihan ranjau darat di Rusia, sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara.
- Korea Utara akui keterlibatan militernya di Rusia, dengan pengiriman lebih dari 10.000 hingga 14.000 personel serta dukungan senjata.
- Kerja sama Korut–Rusia bersifat jangka panjang, mencakup imbalan ekonomi, peluang transfer teknologi militer, serta penguatan legitimasi politik.
TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un nobatkan gelar pahlawan kepada sejumlah tentara Korea Utara yang gugur saat menjalankan misi militer di Rusia.
Penganugerahan tersebut dilakukan dalam sebuah upacara kenegaraan di Pyongyang yang digelar untuk menyambut kepulangan pasukan zeni Korut dari wilayah konflik Ukraina.
Gambar yang dirilis media pemerintah Korut (KCNA) menunjukkan Kim Jong Un memeluk prajurit yang kembali, termasuk mereka yang mengalami luka dan harus menggunakan kursi roda.
Ia juga terlihat berlutut di depan potret tentara yang gugur, meletakkan medali dan bunga, serta menghibur keluarga korban.
Dalam pidatonya, Kim Jong Un secara terbuka mengakui bahwa pasukan Korea Utara dikerahkan untuk menjalankan tugas berisiko tinggi, termasuk membersihkan ranjau darat di wilayah Kursk, Rusia.
Ia menyebut para prajurit yang gugur telah menunjukkan keberanian luar biasa dengan menjalankan misi mematikan demi kepentingan negara dan aliansi strategis.
Menurut Kim, para tentara tersebut berhasil mengubah area yang sebelumnya penuh ancaman menjadi wilayah yang aman, meski harus menghadapi tekanan fisik dan mental yang berat selama penugasan.
Kim menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Negara diberikan sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas sembilan anggota resimen zeni dilaporkan tewas selama penugasan sekitar 120 hari yang dimulai pada Agustus 2025.
Menurutnya, prajurit itu tidak hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga mengharumkan nama Korea Utara di tengah konflik internasional yang kompleks.
Dengan memuliakan tentara yang gugur, Kim Jong Un mengirimkan pesan bahwa negara tidak melupakan pengorbanan militernya.
Sekaligus menegaskan bahwa keterlibatan Korea Utara di Rusia merupakan bagian dari kepentingan strategis nasional, bukan sekadar operasi biasa.
Baca juga: Presiden Korea Selatan Rayu Trump, Minta AS Jadi Juru Damai Antara Korsel dengan Korut
Ribuan Tentara Korut Diangkut ke Rusia
Mengutip laporan The Guardian, setidaknya Korea Utara telah mengirim lebih dari 10.000 tentara ke Rusia, beberapa di antaranya terlibat dalam misi militer mendukung pasukan Moskow dalam perang melawan Ukraina yang hampir empat tahun berjalan.
Beberapa sumber bahkan memperkirakan bahwa total penempatan pasukan Korea Utara bisa mencapai sekitar 14.000 personel.
Termasuk rotasi dan penambahan pasukan yang dikirim dari waktu ke waktu untuk menggantikan posisi yang mengalami korban atau cedera, berdasarkan penilaian dari berbagai lembaga intelijen luar negeri.
Selain pasukan tempur, Korea Utara juga dilaporkan mengirimkan dukungan logistik besar, termasuk rudal, artileri, dan peralatan militer lain kepada Rusia, sebagai bagian dari kerjasama strategis kedua negara.
Baca tanpa iklan