Pelaku Penembakan Massal di Sydney Diduga Pakai Senapan Berburu Hewan
Ibarat petir di siang bolong, penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, mengejutkan publik sekaligus membawa teror mengerikan.
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Australia merupakan negara yang menerapkan aturan super ketat kepemilikan dan penggunaan senjata api
- Beberapa pihak mempertanyakan bagaimana pelaku penembakan massal di Pantai Bondi memperoleh senjata
- Polisi masih melakukan penyelidikana
TRIBUNNEWS.COM - Penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, sangat mengerikan sekaligus mengejutkan.
Mengerikan karena dua pelaku melepaskan tembakan secara brutal ke arah kerumunan di pantai hingga dilaporkan menewaskan 11 orang dan melukai 29 orang.
Satu pelaku tewas. Sementara pelaku lainnya dalam kondisi kritis dan dalam penjagaan ketat di rumah sakit.
Dan yang mengejutkan, pemembakan itu terjadi di negara yang memiliki undang-undang super ketat mengenai kepemilikan dan penggunaan senjata api, National Firearms Agreement.
Baca juga: Aksi Warga Sipil Rebut Senjata dari Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Sydney Australia
Undang-undang tersebut dibuat setelah tragedi berdarah di Port Arthur, Tasmania, Australia, pada 1996.
Penembakan yang dilakukan oleh Martin Bryant, seorang dengan keterbelakangan mental ini, menewaskan 35 orang dan melukai 18 orang lainnya.
Sejak undang-undang tersebut diberlakukan pada 1996, peristiwa di Pantai Bondi menjadi yang terburuk dalam sejarah penembakan massal di Australia.
Pertanyaannya, apa jenis senjata api pelaku penembakan di Pantai Bondi dan bagaimana mereka mendapatkan senjata tersebut?
Polisi negara bagian New South Wales (NSW) belum secara resmi mengkonfirmasi jenis senjata yang tepat yang digunakan oleh dua pria bersenjata yang melepaskan tembakan di Pantai Bondi siang ini.
Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan berkait hal itu. Oleh karenanya belum bisa memastkan detail spesifok senjata yang digunakan.
Tapi, polisi NSW mengatakan kepada news.com.au, rekaman pascakejadian dari dekat jembatan penyeberangan di atas Taman Bondi menunjukkan, yang berserakan adalah selongsong peluru senapan atau shotgun warna merah.
Termasuk selongsong logam yang lebih tipis, umumnya digunakan untuk senapan berburu seperti senjata api bolt-action.
Senapan tersebut dirancang untuk akurasi dan daya bunuh pada jarak yang lebih jauh.
Meskipun memerlukan pengoperasian manual untuk setiap tembakan dan menembak lebih lambat daripada senjata api semi-otomatis, senapan ini masih dapat menembakkan beberapa peluru terarah dan presisi per menit di tangan orang berpengalaman.
Baca tanpa iklan