Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ayah dan Anak Pelaku Penembakan Massal di Australia Awalnya Pamit Pergi Mancing di Laut

Menurut Kepolisian NSW sang ayah berusia 50 tahun adalah pemilik senjata api berlisensi dengan enam senjata api terdaftar.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Ayah dan Anak Pelaku Penembakan Massal di Australia Awalnya Pamit Pergi Mancing di Laut
Foto tangkapan layar
PELAKU PENEMBAKAN - Haveed Akram diidentifikasi sebagai salah satu terduga pelaku penembakan massal di Australia. /Youtube: Sky News 

Ringkasan Berita:
  • Polisi Australia mengatakan 16 orang, termasuk seorang gadis berusia 10 tahun, tewas dalam penembakan di Pantai Bondi, Sidney, pada Minggu 14 Desember.
  • Serangan itu terjadi saat sebuah acara komunitas Yahudi sedang diadakan untuk menandai dimulainya perayaan Hanukkah Kaum Yahudi.
  • Kedua pelaku penembakan adalah ayah dan anak. Ayahnya berusia 50 tahun Sajid Akram meninggal di tempat kejadian. Anaknya  berusia 24 tahun Naveed Akram masih dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.

TRIBUNNEWS.COM, AUSTRALIA - Polisi Australia memastikan pelaku penembakan saat perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, merupakan sepasang ayah dan anak.

Data terbaru, 16 orang meninggal dunia dan 10  lainnya luka parah tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, korban diperkirakan terus bertambah.

Sosok pelaku

Rekaman video memperlihatkan pelaku penembakan terlihat di atas jembatan penyeberangan di atas tempat parkir yang menghubungkan Campbell Parade ke pantai saat melepaskan lebih dari 50 tembakan.

Menurut Kepolisian NSW sang ayah berusia 50 tahun adalah pemilik senjata api berlisensi dengan enam senjata api terdaftar.

Kepolisian NSW mengatakan Akram berada di bawah pengawasan di rumah sakit dengan cedera kritis. 

"Beberapa petugas terlibat baku tembak dengan kedua pria tersebut, dan dua petugas – seorang polisi berpangkat rendah dan seorang polisi yang masih dalam masa percobaan – mengalami luka tembak," kata seorang juru bicara kepolisian NSW dikutip dari Sky News Australia.

Ibu pelaku: Dia anak naik, tidak merokok dan tidak mabuk-mabukan

Rekomendasi Untuk Anda

Ibu Naveed Akram tidak percaya putranya melakukan serangan teror.

Sajid Akram pemilik toko buah.

Sementara Akram, 24 tahun kini pengangguran.

Rumah mereka di Bonnyrigg, 50 kilometer sebelah barat Bondi, digerebek polisi beberapa jam setelah pembantaian tersebut.

Saat petugas mengepung rumah mereka, ibu Akram bernama Verena tidak percaya putranya akan melakukan serangan teror dan bersikeras bahwa putranya adalah "anak yang baik".

“Dia tidak memiliki senjata api. Dia bahkan tidak keluar rumah. Dia tidak bergaul dengan teman-temannya. Dia tidak minum, tidak merokok, tidak pergi ke tempat-tempat yang buruk. Dia pergi bekerja, pulang, berolahraga, dan hanya itu.”

“Siapa pun pasti ingin memiliki anak laki-laki seperti anakku… dia anak yang baik," ujarnya kepada Sydney Morning Herald.

Awalnya izin pamit memancing

Ayah dan anak itu memberi tahu keluarga mereka bahwa mereka pergi memancing di Jervis Bay selama akhir pekan, 200 km selatan Sydney.

Verena mengatakan bahwa terakhir kali ia berbicara dengan Akram pada Minggu pagi, beberapa jam sebelum serangan itu terjadi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas