Kanselir Jerman Sebut Ambisi Putin Mirip Hitler: Rusia Mau Pulihkan Uni Soviet
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebut Putin mirip Hitler, menuduh Rusia ingin menguasai Eropa dengan mengatakan Putin tak akan berhenti di Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Kanselir Jerman membandingkan Putin dengan Adolf Hitler yang berambisi menguasai Eropa.
- Ia menyebut Putin berniat mengubah perbatasan di Eropa.
- Kremlin berulang kali membantah tuduhan Jerman yang menyebut invasi Rusia tak akan berhenti di Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Kanselir Jerman Friedrich Merz membandingkan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.
Berbicara dalam pidato pada Sabtu (13/12/2025) malam, Friedrich Merz memperingatkan bahwa invasi Rusia tidak akan berhenti di Ukraina.
“Sama seperti Sudetenland yang belum cukup pada tahun 1938, Putin tidak akan berhenti,” kata Merz pada Sabtu (13/12/2025), merujuk pada bagian Cekoslowakia yang diserahkan Sekutu kepada pemimpin Nazi dengan sebuah kesepakatan.
Adolf Hitler melanjutkan ekspansinya ke Eropa setelah itu.
“Jika Ukraina jatuh, dia tidak akan berhenti sampai di situ,” lanjutnya, merujuk pada Putin.
“Ini adalah perang agresif Rusia terhadap Ukraina — dan terhadap Eropa," tambahnya.
Ia memperingatkan bahwa tujuan Putin adalah mengubah perbatasan di Eropa.
"Tujuan dia (Putin) adalah perubahan mendasar pada perbatasan di Eropa, pemulihan Uni Soviet lama di dalam perbatasannya,” ujarnya, dikutip dari Politico.
Kanselir Jerman itu mendukung Ukraina bersama mitra Eropa lainnya termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Pada akhir pekan kemarin, para pejabat Jerman, Inggris, dan Prancis membahas proposal untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina.
Hal itu dilakukan menjelang pertemuan perwakilan Eropa dan AS bersama Ukraina di Berlin, Jerman pada Senin, 15 Desember 2025.
Baca juga: 1 Juta Rumah di Ukraina Gelap Gulita usai Serangan Rusia: Pasukan Putin Tembakkan 450 Drone
Perwakilan AS yang akan menghadiri pertemuan itu termasuk Utusan AS Steve Witkoff.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan bergabung dalam rombongan perwakilan Ukraina.
Rencana perdamaian 20 poin yang diajukan AS dan telah direvisi bersama Ukraina sedang dalam proses penyusunan.
Baca tanpa iklan