Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Australia Berkabung, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan usai Serangan di Bondi Tewaskan Belasan Orang

Australia berkabung usai penembakan Bondi menewaskan 16 orang. Bendera setengah tiang dikibarkan, pemerintah tingkatkan keamanan, kecam antisemitisme

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Australia Berkabung, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan usai Serangan di Bondi Tewaskan Belasan Orang
NBC News
PENEMBAKAN MASSAL - Australia berkabung usai penembakan Bondi menewaskan 16 orang. Bendera setengah tiang dikibarkan, pemerintah tingkatkan keamanan, kecam antisemitisme 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Australia mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati 16 korban tewas penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, serta meningkatkan keamanan publik untuk mencegah serangan susulan.
  • Seorang warga, Ahmed al-Ahmed (43), berhasil melumpuhkan salah satu pelaku. Polisi menduga penembakan menargetkan komunitas Yahudi.
  • Pemimpin dunia mengecam insiden ini, menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk memberantas antisemitisme dan kekerasan berbasis kebencian.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Australia kibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati korban penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu (14/12/2025).

Perintah itu diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, usai terjadinya insiden serangan penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan sedikitnya 16 orang, dimana 14 meninggal di lokasi dan dua lainnya di rumah sakit.

Sementara itu, 40 orang lainnya tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit New South Wales dan lima di antaranya dalam kondisi kritis.

Anthony Albanese menegaskan, bendera setengah tiang ini menjadi simbol berkabung nasional sekaligus peringatan atas bahaya kekerasan berbasis kebencian.

Insiden berdarah ini terjadi pukul 19.30 di Pantai Bondi, Sydney, salah satu kawasan populer di Australia, sebagaimana dikutip dari Global Times.

Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial dua pelaku, seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun, dilaporkan menembaki warga secara acak di area publik.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak lama setelah itu salah satu warga bernama Ahmed Al Ahmed (43) menyerang pelaku dari belakang, merebut senjata, dan mencegah korban lebih banyak.

Selama perkelahian, Ahmed sempat ditembak dua kali dan saat ini menjalani pemulihan setelah operasi.

Sejauh ini pihak terkait masih menyelidiki motif dari penembakan tersebut namun polisi setempat mengatakan serangan itu diduga menargetkan komunitas Yahudi, sehingga dikategorikan sebagai tindakan terorisme bermotif kebencian.

Terlebih kejadian itu terjadi bertepatan dengan perayaan malam pertama Hanukkah oleh komunitas Yahudi di sekitar Bondi Beach.

Baca juga: Satu Pelaku Penembakan Massal di Pantai Bondi Australia Kantongi Izin Berburu, Hanya untuk Hobi

Mengantisipasi terjadinya hal serupa, pemerintah Australia berjanji akan meningkatkan langkah-langkah keamanan, khususnya di komunitas yang rentan menjadi target kekerasan berbasis kebencian.

Selain itu, Polisi New South Wales (NSW) mengintensifkan patroli dan pengawasan, serta melakukan pengamanan ketat di sekitar komunitas Yahudi.

Semua langkah ini dimaksudkan untuk mencegah potensi serangan susulan dan memastikan keselamatan warga.

Lebih lanjut Pemerintah Australia juga menyatakan komitmennya untuk memberantas anti semitisme dan kekerasan berbasis agama.

Albanese menekankan bahwa negara akan bekerja sama dengan komunitas lokal, lembaga keamanan, dan pihak internasional untuk menindak tegas pelaku kekerasan dan mencegah insiden serupa di masa depan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas