Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Matsuri Udang Akiho Jepang Hadirkan Black Tiger dari Indonesia

Akiho, kota udang Jepang, menggelar matsuri yang menampilkan udang Black Tiger dari Indonesia. Festival ini angkat identitas kuliner pesisir Yamaguchi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Matsuri Udang Akiho Jepang Hadirkan Black Tiger dari Indonesia
Tribunnews.com/Richard Susilo
Festival Makan Udang di Michi no Eki kota Akiho prefektur Yamaguchi 

Ringkasan Berita:
  • Akiho, kota udang di Prefektur Yamaguchi, Jepang, menggelar matsuri yang menampilkan udang, termasuk udang Black Tiger asal Indonesia 
  • Kawasan pesisir ini dikenal sebagai sentra kuruma ebi premium yang memasok restoran elite Jepang berkat kualitas rasa dan budidaya ketat 
  • Festival menjadi sarana promosi kuliner sekaligus identitas Akiho sebagai kota udang.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, YAMAGUCHI – Di pesisir barat Prefektur Yamaguchi, Jepang, terdapat sebuah kawasan kecil bernama Akiho. Sekilas tampak seperti kota nelayan biasa. Namun bagi masyarakat Jepang, Akiho memiliki julukan khas: “kota udang”.

Kini, Akiho menggelar matsuri atau festival yang menampilkan udang dari Indonesia, yakni Black Tiger, pula.

“Udang ini adalah bahan berkualitas tinggi dengan rasa manis yang kuat, umami, serta tekstur montok. Ini juga merupakan ‘udang merah kaki’ goreng yang didaratkan di Kota Ube,” ungkap pengelola toko Michi no Eki, Ai Kurihara, Minggu (14/12/2025).

Festival ini akan kembali digelar pada 25 hingga 30 Desember mendatang.

“Akiho terkenal sebagai kota udang. Saya mulai mengumpulkan berbagai jenis udang dan ingin semua orang mencicipinya,” ujarnya.

Baca juga: Setelah Sempat Setop Dua Bulan, Udang RI Akhirnya Masuk Pasar Amerika Lagi, Total 32 Ton

Rekomendasi Untuk Anda

Julukan tersebut merujuk pada udang kuruma ebi (車海老) — udang premium Jepang yang dikenal bercita rasa manis, bertekstur kenyal, dan menjadi bahan favorit restoran kelas atas.

Dari Akiho, udang-udang terbaik itu berangkat menuju dapur-dapur kaiseki, restoran tempura ternama, hingga hotel berbintang di berbagai kota Jepang.

Tradisi Budidaya dari Generasi ke Generasi

Budidaya kuruma ebi di Akiho telah berkembang sejak puluhan tahun lalu.

Warga setempat memanfaatkan perairan pesisir yang tenang serta kandungan nutrisi alami yang stabil, menciptakan lingkungan ideal bagi udang berkualitas tinggi.

Berbeda dengan produksi massal, petani udang Akiho menerapkan kontrol ketat dari benih hingga panen.

Setiap tahap diperhatikan secara detail—mulai dari kualitas air, pakan, hingga waktu panen—karena sedikit saja kesalahan dapat memengaruhi rasa dan tekstur udang.

“Udang Akiho harus sempurna saat sampai di meja makan,” menjadi prinsip tak tertulis para pembudidaya setempat, tambahnya.

Udang sebagai Identitas Kota

Bagi Akiho, udang bukan sekadar hasil laut, melainkan identitas daerah.

Nama Akiho kerap diasosiasikan langsung dengan kuruma ebi, bahkan oleh warga Jepang sendiri.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas