Matsuri Udang Akiho Jepang Hadirkan Black Tiger dari Indonesia
Akiho, kota udang Jepang, menggelar matsuri yang menampilkan udang Black Tiger dari Indonesia. Festival ini angkat identitas kuliner pesisir Yamaguchi
Editor:
Eko Sutriyanto
Setiap musim panen, kawasan ini menggelar festival udang, menghadirkan pasar hasil laut, lelang udang segar, hingga sajian khas seperti tempura kuruma ebi yang digoreng sesaat setelah ditangkap.
Wisatawan lokal berdatangan bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk menyaksikan langsung proses panen dan kehidupan nelayan pesisir.
Dari Laut ke Restoran Elite Jepang
Udang kuruma ebi dari Akiho terkenal karena kesegarannya. Banyak restoran memilih mengirim udang dalam kondisi hidup agar kualitas tetap terjaga hingga saat dimasak.
Inilah sebabnya Akiho kerap disebut sebagai salah satu sumber udang terbaik di Jepang.
Baca juga: Hari Ini Dimulai Pengiriman Nengajō Resmi di Jepang, Ucapan Tahun Baru Tiba Tepat 1 Januari
Bagi para chef Jepang, menyajikan kuruma ebi dari Akiho bukan hanya soal rasa, tetapi juga prestise.
Nama daerah asal udang kerap dicantumkan dalam menu, layaknya label terroir pada anggur.
Bertahan di Tengah Tantangan Zaman
Industri perikanan Jepang menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim hingga berkurangnya generasi muda yang mau melanjutkan usaha keluarga.
Namun Akiho memilih bertahan dengan menggabungkan tradisi dan inovasi—meningkatkan efisiensi budidaya, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memperkuat pariwisata kuliner.
Kini, Akiho tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai destinasi wisata gastronomi, tempat pengunjung dapat merasakan langsung hubungan antara laut, nelayan, dan makanan.
Lebih dari Sekadar Udang
Akiho mengajarkan bahwa kekuatan sebuah kota kecil tidak selalu terletak pada ukuran atau jumlah penduduknya, melainkan pada identitas yang dijaga secara konsisten.
Dari kolam-kolam pesisir hingga meja makan elite Jepang, udang Akiho membawa cerita tentang ketekunan, kualitas, dan kebanggaan lokal.
“Di Jepang, menyebut Akiho berarti menyebut udang terbaik — dan bagi warga setempat, itu adalah warisan yang terus mereka jaga,” lanjutnya.
Diskusi kuliner di Jepang dilakukan Pencinta Jepang. Gratis bergabung. Kirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan