Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PM Thailand Mengaku Tak Ada yang Perlu Dijelaskan ke DK PBB soal Serangan ke Kamboja

Anutin tegaskan komitmen Thailand dalam menjunjung tinggi kedaulatan negaranya dan berpendapat tidak perlu klarifikasi lebih lanjut ke PBB

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in PM Thailand Mengaku Tak Ada yang Perlu Dijelaskan ke DK PBB soal Serangan ke Kamboja
Arsip Tribunnews 9 Januari 2023, Copyright:JACK TAYLOR/AFP
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan Thailand pada 9 Januari 2023. Anutin menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seharusnya sudah bisa melihat situasi serangan ke Kamboja dengan jelas. 

Namun demikian, Anutin mengaku langkah terbaru yang sekarang ini tengah mereka gencarkan adalah upaya pencegahan penyelundupan minyak melalui Laos menuju Kamboja.

Hal ini dilakukan pihak Thailand dengan menutup perlintasan perbatasan di Chong Mek, Provinsi Ubon Ratchathani sehingga jalur distribusi BBM ke Kamboja secara ilegal akan terputus.

Namun demikian, Anutin enggan membicarakan lebih lanjut terkait tindakan terbaru Thailand tersebut dan menyarankan awak media untuk menghubungi pihak militer serta Komandan Wilayah Angkatan Darat ke-2 yang secara langsung menangani dan mengeluarkan perintah operasional dalam masalah tersebut.

Militer Thailand Bantah Klaim Trump

TRUMP TELEPON THAILAND - Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025).
TRUMP TELEPON THAILAND - Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). (YouTube Reuters)

Pihak militer Thailand sebelumnya juga telah membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyebut dirinya telah membuat pihak Kamboja menyepakati gencatan senjata.

Klarifikasi ini diumumkan oleh Kolonel Richa Suksuwanon selaku Wakil Juru Bicara Angkatan Darat Kerajaan Thailand dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu (13/12/2025).

Sebagaimana telah dilaporkan sebelumnya, melalui media sosial Truth Social Trump mengklaim bahwa dirinya telah menjalani "dialog yang sangat positif" dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul serta Perdana Menteri Kamboja Hun Manet terkait gencatan senjata.

Menurut pernyataan yang disampaikan Trump, Thailand dan Kamboja telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran sementara waktu.

Rekomendasi Untuk Anda

Seorang wartawan yang hadir dalam konferensi pers pun mengklarifikasi apakah gencatan senjata benar-benar akan dilaksanakan sesegera mungkin seperti apa yang diklaim Trump. 

Dikutip dari Thairath, Richa menyatakan bahwa tidak ada satupun orang di pihaknya yang dapat mengonfirmasi klaim Trump tersebut.

Hal ini terjadi karena menurut Richa segala pernyataan dan tindakan dari pihak Kamboja sangatlah bertolak belakang secara total. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun Kamboja mengklaim ingin bernegosiasi untuk gencatan senjata dan menandatangani Deklarasi Bersama, situasi di lapangan sangat berbeda dengan apa yang tertulis.

Baca juga: Thailand Kecewa Berat dengan Trump Soal Ranjau Kamboja, Sebut AS Tak Paham Masalah

Richa juga meragukan klaim Trump tersebut mengingat serangan pihak Kamboja terhadap Thailand masih terus berlangsung hingga kini dan pihaknya harus merespons.

Ia juga kembali menegaskan bahwa Thailand sendiri bukanlah pihak yang melakukan agresi dan hanya bertindak untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya. 

Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa kedua belah pihak tidak dapat sepenuhnya mempercayai klaim gencatan senjata yang dipublikasikan oleh Trump

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas