Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nasib Presiden Terguling Suriah Bashar al-Assad di Rusia: Dicueki Putin Tapi Tetap Bisa Hidup Mewah

Vladimir Putin, sosok yang dulu memberikan dukungan penuh dan fasilitas ke Assad, kini bersikap tak acuh.  

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Nasib Presiden Terguling Suriah Bashar al-Assad di Rusia: Dicueki Putin Tapi Tetap Bisa Hidup Mewah
Mikhail Klimentyev, Kremlin Pool Photo via AP, File
PELUKAN - Dalam foto tanggal 20 November 2017 ini, Presiden Rusia Vladimir Putin, kiri, memeluk Bashar Assad sebelum terguling dari kursi kepresidenan Suriah. Pelukan ini terjadi di kediaman Bocharov Ruchei di resor Laut Hitam Sochi, Rusia. 

Satu-satunya penampakan publik keluarga tersebut bersama-sama dalam setahun terakhir adalah pada upacara wisuda Zein al-Assad di Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow (MGIMO) yang bergengsi pada musim panas ini. Assad sendiri tidak hadir.

Assad telah mempelajari bahasa Rusia dan mengikuti kursus penyegaran di bidang oftalmologi, profesi yang ia pelajari di London dan praktikkan di Damaskus sebelum terjun ke dunia politik.

“Ini adalah hobinya, dia jelas tidak membutuhkan uang,” kata seorang teman keluarga kepada The Guardian, yang menyiratkan bahwa calon kliennya itu bisa jadi anggota elite Moskow yang kaya raya.

Bashar al-Assad bersama istrinya, Asmaa.
Bashar al-Assad bersama istrinya, Asmaa. (khaberni/HO)

Tak Bisa Berpolitik

Assad dilaporkan berupaya memberikan wawancara kepada jaringan RT yang didukung Kremlin dan seorang podcaster sayap kanan terkemuka Amerika Serikat (AS), tetapi belum mendapatkan izin.

Duta Besar Rusia untuk Irak, Elbrus Kutrashev, mengatakan kepada media Irak pada bulan November bahwa mantan pemimpin Suriah itu dilarang terlibat dalam aktivitas politik atau media apa pun.

“Assad boleh tinggal di sini tetapi tidak dapat terlibat dalam kegiatan politik… Dia tidak berhak terlibat dalam kegiatan media atau politik apa pun. Apakah Anda pernah mendengar kabar darinya? Anda belum, karena dia tidak diizinkan — tetapi dia aman dan masih hidup,” kata Kutrashev.

Istri dan putra-putra Assad telah melakukan beberapa perjalanan dari Moskow ke Uni Emirat Arab (UEA), negara yang sering mereka kunjungi saat masih berkuasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut teman keluarga tersebut, keluarga itu awalnya berharap untuk pindah secara permanen ke sana dari Moskow, mengingat kendala bahasa dan isolasi yang mereka hadapi di Rusia.

Namun, bahkan UEA pun untuk saat ini enggan menerima Assad, seperti yang dilaporkan The Guardian.

 

(oln/tmt/tg/*)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas