Nasib Presiden Terguling Suriah Bashar al-Assad di Rusia: Dicueki Putin Tapi Tetap Bisa Hidup Mewah
Vladimir Putin, sosok yang dulu memberikan dukungan penuh dan fasilitas ke Assad, kini bersikap tak acuh.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Satu-satunya penampakan publik keluarga tersebut bersama-sama dalam setahun terakhir adalah pada upacara wisuda Zein al-Assad di Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow (MGIMO) yang bergengsi pada musim panas ini. Assad sendiri tidak hadir.
Assad telah mempelajari bahasa Rusia dan mengikuti kursus penyegaran di bidang oftalmologi, profesi yang ia pelajari di London dan praktikkan di Damaskus sebelum terjun ke dunia politik.
“Ini adalah hobinya, dia jelas tidak membutuhkan uang,” kata seorang teman keluarga kepada The Guardian, yang menyiratkan bahwa calon kliennya itu bisa jadi anggota elite Moskow yang kaya raya.
Tak Bisa Berpolitik
Assad dilaporkan berupaya memberikan wawancara kepada jaringan RT yang didukung Kremlin dan seorang podcaster sayap kanan terkemuka Amerika Serikat (AS), tetapi belum mendapatkan izin.
Duta Besar Rusia untuk Irak, Elbrus Kutrashev, mengatakan kepada media Irak pada bulan November bahwa mantan pemimpin Suriah itu dilarang terlibat dalam aktivitas politik atau media apa pun.
“Assad boleh tinggal di sini tetapi tidak dapat terlibat dalam kegiatan politik… Dia tidak berhak terlibat dalam kegiatan media atau politik apa pun. Apakah Anda pernah mendengar kabar darinya? Anda belum, karena dia tidak diizinkan — tetapi dia aman dan masih hidup,” kata Kutrashev.
Istri dan putra-putra Assad telah melakukan beberapa perjalanan dari Moskow ke Uni Emirat Arab (UEA), negara yang sering mereka kunjungi saat masih berkuasa.
Menurut teman keluarga tersebut, keluarga itu awalnya berharap untuk pindah secara permanen ke sana dari Moskow, mengingat kendala bahasa dan isolasi yang mereka hadapi di Rusia.
Namun, bahkan UEA pun untuk saat ini enggan menerima Assad, seperti yang dilaporkan The Guardian.
(oln/tmt/tg/*)
Baca tanpa iklan