Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Moskow Tepis Tudingan, Bantah Keterlibatan Tentara Bayaran Rusia di Perang Thailand–Kamboja

Moskow tepis tudingan tentara bayaran Rusia terlibat konflik Thailand–Kamboja. Rusia serukan penyelesaian damai dan minta pemberitaan tak spekulatif.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Moskow Tepis Tudingan, Bantah Keterlibatan Tentara Bayaran Rusia di Perang Thailand–Kamboja
army military force Bangkok / Facebook
THAILAND GEMPUR KAMBOJA - Tangkap layar serangan rudal Thailand terhadap bangunan Kasino milik Kamboja pada Senin (8/12/2025) yang diduga jadi pusat kontrol drone untuk serang wilayah perbatasan. Moskow tepis tudingan tentara bayaran Rusia terlibat konflik Thailand–Kamboja 

Bahkan di Provinsi Nakhon Ratchasima yang merupakan wilayah strategis militer Thailand, polisi setempat sempat meminta masyarakat untuk melaporkan keberadaan “pria asing” yang mencurigakan, khususnya warga Rusia yang menginap di hotel atau resor.

Namun hingga kini, tidak ada penangkapan, identifikasi, atau konfirmasi resmi yang mengaitkan warga Rusia di Thailand dengan aktivitas militer atau tentara bayaran.

Pihak kepolisian Thailand juga belum menemukan atau mengkonfirmasi keberadaan tentara bayaran asing yang diduga melakukan perjalanan menuju Phnom Penh, Kamboja.

Dengan demikian, isu tentara bayaran asing masih berada pada tahap dugaan dan penyelidikan awal.

Meski tudingan hanya isu semata, namun pihak Moskow  menekankan bahwa negaranya secara konsisten menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Thailand maupun Kamboja.

Rusia turut menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelesaian setiap perselisihan internasional melalui jalur damai dan dialog, tanpa campur tangan militer atau dukungan terhadap pihak manapun dalam konflik bersenjata.

Kedutaan Besar Rusia menilai isu keterlibatan tentara bayaran dapat memicu kesalahpahaman serta memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Rekomendasi Untuk Anda

Oleh karena itu, Rusia menyerukan agar informasi terkait konflik perbatasan tersebut disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.

Moskow menegaskan bahwa penyebaran informasi keliru tidak hanya berisiko memperkeruh ketegangan, tetapi juga dapat merusak hubungan bilateral yang selama ini terjalin baik antara Rusia, Thailand, dan Kamboja.

(Tribunnews.com / Namira)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas