Moskow Tepis Tudingan, Bantah Keterlibatan Tentara Bayaran Rusia di Perang Thailand–Kamboja
Moskow tepis tudingan tentara bayaran Rusia terlibat konflik Thailand–Kamboja. Rusia serukan penyelesaian damai dan minta pemberitaan tak spekulatif.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
Bahkan di Provinsi Nakhon Ratchasima yang merupakan wilayah strategis militer Thailand, polisi setempat sempat meminta masyarakat untuk melaporkan keberadaan “pria asing” yang mencurigakan, khususnya warga Rusia yang menginap di hotel atau resor.
Namun hingga kini, tidak ada penangkapan, identifikasi, atau konfirmasi resmi yang mengaitkan warga Rusia di Thailand dengan aktivitas militer atau tentara bayaran.
Pihak kepolisian Thailand juga belum menemukan atau mengkonfirmasi keberadaan tentara bayaran asing yang diduga melakukan perjalanan menuju Phnom Penh, Kamboja.
Dengan demikian, isu tentara bayaran asing masih berada pada tahap dugaan dan penyelidikan awal.
Meski tudingan hanya isu semata, namun pihak Moskow menekankan bahwa negaranya secara konsisten menjalin hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Thailand maupun Kamboja.
Rusia turut menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelesaian setiap perselisihan internasional melalui jalur damai dan dialog, tanpa campur tangan militer atau dukungan terhadap pihak manapun dalam konflik bersenjata.
Kedutaan Besar Rusia menilai isu keterlibatan tentara bayaran dapat memicu kesalahpahaman serta memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Oleh karena itu, Rusia menyerukan agar informasi terkait konflik perbatasan tersebut disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.
Moskow menegaskan bahwa penyebaran informasi keliru tidak hanya berisiko memperkeruh ketegangan, tetapi juga dapat merusak hubungan bilateral yang selama ini terjalin baik antara Rusia, Thailand, dan Kamboja.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan