Ukraina Dukung Gagasan Gencatan Senjata Natal dengan Rusia, Zelensky: Tergantung Moskow
Ukraina menyatakan dukungan atas usulan gencatan senjata Natal dengan Rusia, namun menegaskan keputusan akhir ada di tangan Kremlin.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendukung usulan gencatan senjata Natal dengan Rusia yang diajukan Kanselir Jerman Friedrich Merz, namun menegaskan realisasinya bergantung pada kemauan politik Moskow.
- Zelensky menyebut Kyiv siap mendukung segala bentuk gencatan senjata, termasuk di sektor energi.
- Merz menilai keputusan sepenuhnya ada di tangan Rusia, sementara Kremlin menyatakan belum ada pembahasan resmi.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan dukungan terhadap gagasan gencatan senjata sementara dengan Rusia menjelang Natal yang diusulkan Kanselir Jerman, Friedrich Merz.
Zelensky menyatakan rencana itu bergantung pada kesediaan Rusia, saat ia menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan dengan para pemimpin Eropa dan delegasi Amerika Serikat di Berlin, Senin (15/12/2025).
Ia mengatakan Ukraina siap mendukung segala bentuk gencatan senjata, termasuk gencatan senjata di sektor energi.
“Friedrich benar-benar mengusulkan ide ini dan mengumumkannya secara resmi hari ini.
"Amerika Serikat (AS) juga mendukung gagasan tersebut. Sebagai presiden Ukraina, saya sepenuhnya mendukungnya."
"Kami akan mendukung gencatan senjata apa pun,” ujar Zelensky.
Meski demikian, ia menekankan bahwa Kyiv tidak dapat berbicara atas nama Moskow.
“Banyak hal bergantung pada kemauan politik Rusia. Namun, saya ingin menekankan bahwa kesiapan dokumen-dokumen yang kami susun juga sangat menentukan,” tambahnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz, dalam konferensi pers bersama Zelensky di Berlin, menyatakan bahwa keputusan untuk menghentikan pertempuran menjelang Natal sepenuhnya berada di tangan Rusia.
Ia mengatakan delegasi Eropa, Ukraina, dan Amerika Serikat telah menyiapkan sejumlah proposal yang akan disampaikan kepada pihak Rusia.
Merz menilai perang Rusia terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir telah berdampak besar pada warga sipil.
Baca juga: Ukraina Hantam Kapal Selam Rusia di Novorossiysk dengan Drone Bawah Laut, SBU Klaim Serangan Perdana
Ia berharap Moskow menunjukkan sisi kemanusiaan dengan membuka peluang gencatan senjata setidaknya selama periode Natal, lapor Suspilne.
Sementara itu, Bild melaporkan bahwa pembicaraan di Berlin juga membahas skenario tercapainya kesepakatan damai sebelum Natal.
Kremlin sejauh ini merespons dingin.
Baca tanpa iklan