Teguran Keras Mantan PM Australia ke Netanyahu: Jangan Ikut Campur Politik Kami!
Mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull menyampaikan teguran keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Dua pelaku yang merupakan ayah dan anak dilaporkan sempat melakukan perjalanan ke Filipina bulan lalu.
Mereka diduga menjalani pelatihan bergaya militer sebelum melancarkan aksi terornya.
Berdasarkan laporan dari sumber keamanan senior yang dikutip oleh ABC News Australia, kedua tersangka, Sajid Akram (50) dan putranya Naveed Akram (24), menghabiskan sebagian besar waktu di bulan November di wilayah selatan Filipina.
Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai basis operasi berbagai kelompok militan.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan bukti-bukti yang ditemukan menunjukkan adanya motivasi ideologi ekstremis di balik serangan tersebut.
"Terdapat bukti kuat bahwa aksi ini terinspirasi oleh organisasi teroris, yakni ISIS," ujar Albanese.
Data Biro Imigrasi Filipina menunjukkan bahwa Sajid dan Naveed tiba di Manila pada 1 November 2025.
Dari Manila, mereka segera bertolak menuju Kota Davao di Mindanao.
Penyelidik meyakini di lokasi inilah mereka mendapatkan pelatihan penggunaan senjata api dan taktik militer dari kelompok radikal lokal.
Baca juga: Pelaku Penembakan Pantai Bondi, Naveed Akram Bangun dari Koma, Bakal Hadapi Tuntutan
Meskipun otoritas Filipina belum memberikan konfirmasi resmi mengenai lokasi spesifik kamp pelatihan tersebut, pakar kontra-terorisme menduga keduanya mungkin berinteraksi dengan sisa-sisa sel militan atau mantan pemberontak di wilayah hutan Mindanao.
Sementara itu, Kepolisian New South Wales (NSW) melaporkan telah menemukan dua bendera ISIS dan alat peledak improvisasi (IED) di dalam kendaraan yang digunakan pelaku saat mendatangi lokasi kejadian.
Serangan yang terjadi saat perayaan Hanukkah di Pantai Bondi tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk seorang anak berusia 10 tahun dan seorang penyintas Holocaust.
Sajid Akram tewas di lokasi kejadian setelah terlibat baku tembak dengan polisi.
Sementara putranya, Naveed, saat ini masih dirawat di rumah sakit di bawah penjagaan ketat.
(Tribunnews.com/Whiesa)