Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kremlin Tak Mau Eropa Terlibat Pembicaraan soal Perang Rusia-Ukraina

Kremlin menolak partisipasi Eropa dalam pembicaraan soal upaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, termasuk soal jaminan keamanan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kremlin Tak Mau Eropa Terlibat Pembicaraan soal Perang Rusia-Ukraina
Foto: Mikhail Sinitsyn, TASS/Kremlin
PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Selasa (23/9/2025), memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan kunjungan ke Pabrik Motovilikha pada 19 September 2025. -- Pada 16 Desember 2025, Kremlin menolak partisipasi Eropa dalam pembicaraan soal upaya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, termasuk soal jaminan keamanan. 

Ketika didesak oleh pewawancara untuk memberikan rincian tentang kemungkinan jaminan keamanan yang diusulkan oleh AS dalam pembicaraan Berlin pada hari Senin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Friedrich Merz mengatakan para penjamin perlu memukul mundur pasukan Rusia jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata apa pun.

“Kami akan mengamankan zona demiliterisasi di antara pihak-pihak yang bertikai dan, secara lebih spesifik, kami juga akan bertindak melawan serangan dan invasi Rusia yang terkait. Kami belum sampai di sana,” kata Friedrich Merz. 

“Fakta bahwa Amerika telah membuat komitmen seperti itu – untuk melindungi Ukraina jika terjadi gencatan senjata seolah-olah itu adalah wilayah NATO – saya pikir itu adalah posisi baru yang luar biasa bagi Amerika Serikat,” lanjutnya, dikutip dari The Guardian.

Kremlin berulang kali menegaskan bahwa Rusia menolak jaminan keamanan yang memfasilitasi penempatan pasukan negara anggota NATO di Ukraina.

  • Zelenskyy Sebut Proposal Perdamaian Segera Diselesaikan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan proposal yang dinegosiasikan dengan pejabat AS mengenai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina dapat segera diselesaikan, setelah itu utusan Amerika akan menyampaikannya kepada Rusia.

Setelah dua hari pembicaraan di Berlin pada 14-15 Desember, pejabat AS mengatakan mereka telah menyelesaikan 90 persen dari masalah-masalah yang ada antara Rusia dan Ukraina.

Namun di sisi lain, belum jelas apakah akhir perang semakin dekat, terutama karena pihak Rusia tidak hadir dalam pembicaraan saat ini.

  • Rusia Rebut Sejumlah Wilayah di Donetsk

Rekomendasi Untuk Anda

DeepState, sebuah kelompok analis militer Ukraina, melaporkan bahwa pasukan Rusia telah merebut Serebrianka di Oblast Donetsk dan maju mendekati empat permukiman lainnya.

"Musuh telah merebut Serebrianka dan juga maju di dekat Dronivka, Sviato-Pokrovske, Zvanivka dan Pazeno, serta di Siversk dan Pereizne," menurut laporan DeepState.

Sebelumnya pada 13 Desember, wilayah Siversk hampir sepenuhnya jatuh dan pasukan cadangan akan dibutuhkan untuk merebut kembali kendali atas kota tersebut.

  • Afrika Selatan Berupaya Pulangkan 17 Warganya yang "Ditipu" untuk Perang

Pemerintah Afrika Selatan sedang bernegosiasi dengan Rusia untuk memulangkan 17 pria Afrika Selatan yang bertempur untuk Rusia di Ukraina.

Upaya tersebut dilakukan setelah para pria tersebut diduga dibujuk untuk bekerja tetapi akhirnya ikut berperang bersama pasukan Rusia.

Bulan lalu, polisi Afrika Selatan meluncurkan penyelidikan atas tuduhan bahwa Duduzile Zuma-Sambudla, putri mantan Presiden Jacob Zuma, membujuk 17 warga Afrika Selatan untuk berperang bersama Rusia dalam perang yang sedang berlangsung.

Menurut laporan, pria berusia antara 20 dan 39 tahun dibujuk untuk datang ke Rusia dengan iming-iming peluang kerja, tetapi akhirnya terjebak di garis depan perang yang tidak ingin mereka ikuti.

"Proses evakuasi para pemuda itu tetap sangat sensitif; mereka berada di lingkungan yang berbahaya. Mereka berada dalam bahaya besar kehilangan nyawa, dan kami masih berdiskusi dengan berbagai pihak berwenang di Rusia dan Ukraina untuk melihat bagaimana kami dapat mengeluarkan mereka dari situasi ini," kata juru bicara Kepresidenan Vincent Magwenya dalam sebuah konferensi pers.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas