Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Didukung Penuh Sekutu, Zelensky Isyaratkan Ukraina Siap Lepas Ambisi Gabung NATO

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Kyiv siap mempertimbangkan opsi di luar NATO jika mendapat jaminan keamanan kuat dari Barat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tidak Didukung Penuh Sekutu, Zelensky  Isyaratkan Ukraina Siap Lepas Ambisi Gabung NATO
Kantor Presiden Ukraina
AMBISI GABUNG NATO - Foto diambil dari Kantor Presiden Ukraina, Selasa (17/6/2025). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuannya dengan Presiden Austria Alexander Van der Bellen (tidak terlihat dalam foto), Senin (16/6/2025). Terkini, Zelensky mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk mengesampingkan ambisi bergabung dengan aliansi pertahanan NATO. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengisyaratkan kesiapan Kyiv untuk mempertimbangkan opsi di luar keanggotaan NATO demi memperoleh jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan sekutu Eropa.
  • Ia mengakui ambisi NATO tidak didukung penuh mitra Barat.
  • Zelensky menegaskan kompromi ini bertujuan mencegah invasi Rusia di masa depan, meski Ukraina tetap menolak menyerahkan wilayahnya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengisyaratkan kesiapan negaranya untuk mengesampingkan ambisi bergabung dengan aliansi pertahanan NATO.

Langkah itu disebut sebagai bagian dari kompromi demi memperoleh jaminan keamanan dari negara-negara Barat.

Zelensky menyampaikan pernyataan itu saat menuju pertemuan dengan utusan Amerika Serikat dan sekutu Eropa di Berlin, Jerman, pada Minggu (14/12/2025).

Ia mengakui upaya Ukraina menjadi anggota NATO tidak sepenuhnya didukung oleh seluruh mitra Barat.

“Sejak awal, keinginan Ukraina adalah bergabung dengan NATO karena itu jaminan keamanan yang nyata."

Rekomendasi Untuk Anda

"Namun, beberapa mitra dari AS dan Eropa tidak mendukung langkah ini,” kata Zelensky menjawab pertanyaan wartawan melalui pesan WhatsApp, seperti dikutip CNBC International.

Sebagai alternatif, Zelensky menyebut Ukraina kini memprioritaskan jaminan keamanan bilateral, khususnya dari Amerika Serikat.

Jaminan tersebut mencakup komitmen yang setara dengan Pasal 5 NATO.

Selain itu, Ukraina juga mengharapkan dukungan keamanan dari negara-negara Eropa serta mitra lain seperti Kanada dan Jepang.

“Jaminan keamanan tersebut merupakan kesempatan untuk mencegah invasi Rusia lainnya.

Ini sudah merupakan kompromi dari pihak kami,” ujarnya.

Pernyataan ini menandai pergeseran signifikan dari posisi Ukraina.

Baca juga: Lebih dari 30 Tentara Rusia Terkepung di Kupyansk, Pasukan Ukraina Terapkan Rencana 2 Tahap

Selama bertahun-tahun, Kyiv menjadikan keanggotaan NATO sebagai tujuan utama demi menghadapi ancaman Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya berulang kali menuntut agar Ukraina membatalkan ambisi NATO.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas