Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putin Ejek Eropa 'Si Babi Kecil', Yakin Rusia Bisa Menang Perang Tanpa Syarat

Presiden Rusia Putin mengejek Eropa dengan menyebut mereka babi kecil. Ia yakin Rusia bisa menang perang dengan Ukraina, tanpa harus memenuhi syarat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Putin Ejek Eropa 'Si Babi Kecil', Yakin Rusia Bisa Menang Perang Tanpa Syarat
Kremlin
PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (18/12/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin hadir selama presentasi konferensi video mengenai fasilitas olahraga baru yang dibuka di berbagai wilayah Rusia pada tahun 2025. Foto oleh Kristina Kormilitsyna (Rossiya Segodnya). -- Pada 17 Desember 2025, Presiden Rusia Putin mengejek Eropa dengan menyebut mereka babi kecil. Ia yakin Rusia bisa menang perang dengan Ukraina, tanpa harus memenuhi syarat. 

Perang antara Rusia dan Ukraina berawal dari perubahan peta politik setelah runtuhnya Uni Soviet. 

Ukraina kemudian memilih untuk mendekat ke negara-negara Barat dengan rencana bergabung ke NATO dan Uni Eropa, langkah yang dianggap Rusia sebagai ancaman terhadap keamanannya.

Situasi semakin memanas sejak Revolusi Maidan pada 2014, disusul pencaplokan Krimea oleh Rusia dan pecahnya konflik bersenjata di wilayah Donbas. 

Berbagai jalur diplomasi tidak berhasil meredakan ketegangan tersebut.

Puncaknya, Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022. 

Serangan ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional, memicu sanksi keras dari negara-negara Barat, serta dukungan militer dan ekonomi besar bagi Ukraina

Berikut ini berita terbaru mengenai perang Rusia dan Ukraina yang dirangkum dari berbagai sumber.

Rekomendasi Untuk Anda

Para pemimpin Uni Eropa berupaya menggunakan aset Rusia senilai €210 miliar (sekitar Rp3,8 kuadriliun) yang disita untuk mendukung Ukraina dalam perang.

Ukraina yang berada di ambang kebangkrutan membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mempertahankan wilayahnya.

“Kita harus mengambil keputusan untuk mendanai Ukraina selama dua tahun ke depan di Dewan Eropa ini," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kepada anggota parlemen Uni Eropa pada hari Rabu.

Presiden Dewan Eropa António Costa, yang akan memimpin KTT tersebut, telah berjanji untuk terus mendorong para pemimpin bernegosiasi hingga tercapai kesepakatan, meskipun membutuhkan waktu berhari-hari, seperti diberitakan AP News.

Komisi Eropa mengusulkan agar negara-negara Eropa yang menyita aset Rusia, menggunakan sebagian aset tersebut untuk mendanai Ukraina.

Sementara Amerika Serikat (AS) berulang kali memperingatkan Eropa mengenai konsekuensi dari rencana itu jika benar-benar disepakati.

Uni Eropa berencana mengadopsi paket sanksi ke-20 terhadap Rusia.

Paket sanksi tersebut akan diumumkan pada peringatan invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2026.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas