Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putin Ejek Eropa 'Si Babi Kecil', Yakin Rusia Bisa Menang Perang Tanpa Syarat

Presiden Rusia Putin mengejek Eropa dengan menyebut mereka babi kecil. Ia yakin Rusia bisa menang perang dengan Ukraina, tanpa harus memenuhi syarat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Putin Ejek Eropa 'Si Babi Kecil', Yakin Rusia Bisa Menang Perang Tanpa Syarat
Kremlin
PRESIDEN RUSIA PUTIN - Foto diunduh dari Kantor Presiden Rusia, Kamis (18/12/2025). Presiden Rusia Vladimir Putin hadir selama presentasi konferensi video mengenai fasilitas olahraga baru yang dibuka di berbagai wilayah Rusia pada tahun 2025. Foto oleh Kristina Kormilitsyna (Rossiya Segodnya). -- Pada 17 Desember 2025, Presiden Rusia Putin mengejek Eropa dengan menyebut mereka babi kecil. Ia yakin Rusia bisa menang perang dengan Ukraina, tanpa harus memenuhi syarat. 

Narasumber Suspilne mengatakan pembahasan paket sanksi di tingkat negara anggota belum dimulai, tapi Komisi Eropa sudah mengerjakan dokumen tersebut.

Agar tidak mengganggu diskusi soal pendanaan Ukraina, pembahasan paket sanksi itu akan dilakukan pada Januari 2026 dan berlaku pada peringatan invasi Rusia.

  • Zelenskyy akan Hadiri Pertemuan Dewan Uni Eropa

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan menghadiri pertemuan Dewan Uni Eropa pada hari Kamis.

Ia akan datang langsung ke Brussels setelah sebelumnya dilaporkan hanya dapat hadir secara daring.

  • Zelenskyy: Rusia akan Siapkan Tahun 2026 Jadi Tahun Perang

Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan negaranya menerima sinyal bahwa Rusia berencana melanjutkan perang tahun depan.

"Hari ini, kami mendengar sinyal lebih lanjut dari Moskow bahwa mereka sedang mempersiapkan tahun depan sebagai tahun perang. Dan sinyal-sinyal ini bukan hanya untuk kami," kata Zelenskyy dalam pidatonya, Rabu (17/12/2025).

Ia memperingatkan mitranya agar menyadari niat Rusia yang tidak menunjukkan keinginan mengakhiri perang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Penting bagi para mitra untuk melihat ini. Dan penting bagi mereka untuk tidak hanya melihatnya, tetapi juga merespons – khususnya, para mitra di Amerika Serikat, yang sering mengatakan bahwa Rusia konon ingin mengakhiri perang. Tetapi retorika yang sama sekali berbeda dan sinyal yang berbeda datang dari Rusia – termasuk instruksi resmi kepada tentara mereka," jelasnya.

Menurutnya, sikap Rusia yang seperti itu membahayakan upaya diplomasi, seraya menyerukan jaminan keamanan untuk Ukraina.

"Harus ada perlindungan nyata dari kisah kegilaan Rusia ini, dan sekarang kami akan terus bekerja sama dengan semua mitra untuk memastikan bahwa perlindungan tersebut benar-benar ada. Kita membutuhkan keputusan keamanan, kita membutuhkan keputusan keuangan, termasuk tentang aset Rusia, dan kita membutuhkan keputusan politik," ujarnya.

Presiden Rusia Putin berulang kali menyatakan Rusia siap menyelesaikan perang dengan jalan diplomatik, namun mengancam jika Ukraina dan mitranya menolak syarat dari Rusia maka mereka siap merebut wilayah Ukraina dengan cara militer.

  • Zelenskyy: Masa Berlaku Jaminan Keamanan Belum Jelas

Dalam sebuah wawancara di Den Haag, Presiden Ukraina Zelenskyy mengatakan ia belum dapat memastikan berapa lama jaminan keamanan akan berlaku.

Meski Ukraina melakukan banyak diskusi dengan mitranya mengenai hal itu, masih ada beberapa isu yang belum terselesaikan, termasuk apakah jaminan keamanan akan berlaku tanpa batas waktu.

"Saya tidak bisa mengatakan berapa tahun ini akan berlangsung, atau apakah jaminan tertentu akan dibatasi oleh jangka waktu tertentu. Kami belum membahas hal ini," katanya, berbicara tentang pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Selain itu, ia menegaskan jaminan keamanan itu harus disepakati oleh Kongres AS.

Sesuai Minatmu
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas