ASEAN Siapkan Pertemuan Darurat, Thailand–Kamboja Sepakat Hadiri Dialog di Kuala Lumpur
ASEAN siapkan pertemuan darurat di Kuala Lumpur setelah konflik Thailand–Kamboja memanas dan menelan korban jiwa, dialog diharapkan cegah eskalasi .
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- ASEAN menggelar pertemuan darurat di Kuala Lumpur pada 22 Desember setelah Thailand dan Kamboja sepakat hadir, guna meredakan konflik perbatasan yang kian memanas dan berpotensi meluas.
- Dialog diprakarsai Malaysia bersama ASEAN untuk membahas fakta di lapangan, menghentikan serangan, membangun kepercayaan, serta membuka jalan menuju penyelesaian damai jangka menengah dan panjang.
- ASEAN mengaktifkan diplomasi darurat, termasuk rencana penempatan Tim Pengamat ASEAN dan dialog militer lanjutan.
TRIBUNNEWS.COM – Di tengah konflik yang memanas, Thailand dan Kamboja dikonfirmasi sepakat menghadiri pertemuan di Kuala Lumpur pada 22 Desember mendatang.
Hal itu diungkap langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim, Kamis (18/12/2025).
Tak hanya Thailand dan Kamboja saja, Anwar menyebut bahwa pertemuan itu bakal dihadiri menteri luar negeri dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Kesepakatan yang dicapai melalui inisiatif Malaysia bersama ASEAN disebut sebagai bagian dari upaya meredakan konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan perbatasan kedua negara.
Memungkinkan negara-negara ASEAN membahas situasi terkini di lapangan, menetapkan fakta, serta mengintensifkan upaya membujuk kedua pihak agar menghentikan serangan di garis depan.
Meski tanggal pertemuan telah disepakati, Anwar mengakui sebelumnya terdapat kehati-hatian dari kedua negara untuk tidak menggelar dialog terlalu cepat jika ketegangan belum mereda.
Namun, karena pertemuan ini merupakan inisiatif Malaysia dan ASEAN, Thailand dan Kamboja akhirnya menyatakan kesediaan hadir.
Anwar menilai pandangan kolektif para menteri luar negeri ASEAN akan berperan penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong kepatuhan terhadap penghentian permusuhan.
Setelah fase awal ini tercapai, pembahasan akan diarahkan pada parameter jangka menengah dan jangka panjang untuk penyelesaian damai yang berkelanjutan.
Sebagai langkah lanjutan, Thailand dan Kamboja juga menyepakati penempatan Tim Pengamat ASEAN.
Setelah itu Kepala Angkatan Pertahanan Malaysia dijadwalkan mengunjungi wilayah perbatasan dalam waktu dekat untuk melanjutkan dialog di tingkat militer.
Baca juga: Thailand Pakai Senapan Tavor, Galil, hingga NG-5 Asal Israel dalam Perang Lawan Kamboja
Ia berharap pertemuan pada 22 Desember dapat menghasilkan kesepahaman awal yang disepakati kedua belah pihak, sekaligus menegaskan peran sentral ASEAN dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Asia Tenggara.
“Dalam konflik apapun, selalu sulit mengajak pihak-pihak yang bertikai duduk bersama. Tetapi karena ini inisiatif ASEAN, mereka setuju untuk datang,” kata Anwar.
“Saya tetap optimis secara hati-hati. Kedua perdana menteri menyampaikan keinginan kuat untuk mencapai resolusi damai sesegera mungkin. Mudah-mudahan pada 22 Desember nanti, ASEAN dapat membantu mencapai kesepahaman bersama,” pungkasnya.
Konflik Berdarah Makan Korban
Adapun pertemuan ini digelar setelah situasi keamanan di perbatasan Thailand–Kamboja dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih luas.
Baca tanpa iklan