Imigrasi Thailand Perketat Screening Turis Eropa Timur, Antisipasi Tentara Bayaran Pesanan Kamboja
Intelijen Thailand melaporkan bahwa ada potensi tinggi penumpang negara-negara yang berbatasan dengan Rusia direkrut jadi tentara bayaran Kamboja
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Thailand memperketat pemeriksaan imigrasi di sejumlah bandara utama akibat memanasnya konflik perbatasan dengan Kamboja.
- Kebijakan ini didasari laporan intelijen soal dugaan penyusupan mata-mata dan tentara bayaran Kamboja yang menyalahgunakan skema bebas visa.
- Turis dari Eropa Timur, Asia Utara, serta warga negara Kamboja menjadi sasaran utama kebijakan screening ketat
- Kedutaan Besar Rusia mengecam tudingan keterlibatan warganya sebagai tentara bayaran militer Kamboja
TRIBUNNEWS.COM - Efek dari memanasnya konflik di perbatasan Kamboja mulai merembet ke berbagai sektor di Thailand termasuk di dunia penerbangan.
Hal ini bisa terlihat dari langkah terbaru dari pemerintah Thailand untuk memerketat proses pemeriksaan dokumen atau screening dari sejumlah turis asing yang hendak masuk ke Negeri Gajah Putih tersebut lewat jalur udara.
Adapun kebijakan ini mulai efektif diberlakukan pada Senin lalu (15/12/2025) di sejumlah bandar udara di Thailand.
"Tindakan peningkatan keamanan terutama diberlakukan di bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, dan Hat Yai" ungkap juru bicara Biro Imigrasi, Mayor Jenderal Choengron Rimpadee seperti yang dikutip dari Bangkok Post.
Langkah ini sendiri diambil menyusul laporan intelijen Thailand yang menyebutkan bahwa mata-mata dan tentara bayaran Kamboja diduga menyusup ke wilayah Thailand untuk melakukan sabotase di berbagai wilayah dalam negeri.
Keputusan ini diambil setelah Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada hari Senin lalu juga menggelar pertemuan darurat dengan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Chatchai Bangchuad di Gedung Pemerintah untuk membahas eskalasi di perbatasan Thailand-Kamboja, termasuk laporan tentang kegiatan spionase dan tentara bayaran.
Choengron membenarkan pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya telah diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap turis yang diduga ikut menjadi bagian dari militer Kamboja tersebut
Salah satu kelompok yang ikut menjadi sasaran screening ketat dari petugas imigrasi Thailand tegas Choengron adalah para penumpang yang berasal dari Eropa Timur dan Asia Utara.
Intelijen Thailand melaporkan bahwa ada potensi tinggi bahwa penumpang dari negara-negara yang berbatasan dengan Rusia ini direkrut sebagai tentara bayaran atau bahkan sebagai mata-mata oleh pihak Kamboja.
"Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan bahwa warga asing menyalahgunakan skema masuk bebas visa untuk menjalankan operasi yang mengancam keamanan Thailand," ungkap Choengron yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Biro Imigrasi Thailand tersebut.
Selain menargetkan turis dari negara-negara Eropa Timur atau Asia Utara, Choengron juga menyebut pihak imigrasi untuk memerketat screening bagi seluruh warga negara Kamboja yang memasuki Thailand melalui skema bebas visa.
Secara logika, Choengron menilai warga Kamboja yang datang ke Kamboja tanpa dasar kepentingan atau urgensi yang kuat untuk masuk ke Thailand seperti berwisata adalah hal yang tidak masuk akal.
Baca juga: Konflik Thailand-Kamboja Meluas ke Laos, Seruan Gencatan Senjata Trump Cuma Omong Kosong?
"Sangat tidak mungkin warga Kamboja datang ke sini untuk tujuan pariwisata pada saat kondisi seperti ini," lanjut Choengron.
Namun demikian, Choengron menegaskan bahwa bagi warga Kamboja yang memang memiliki urgensi tinggi, seperti memiliki kegiatan bisnis yang sah di Thailand, maka mereka masih bisa masuk ke Thailand tanpa kendala berarti.
Hanya saja, warga Kamboja tersebut diwajibkan mengajukan visa yang sesuai melalui kedutaan Thailand di luar negeri untuk memastikan pemeriksaan yang tepat sebelum keberangkatan.
Baca tanpa iklan