Imigrasi Thailand Perketat Screening Turis Eropa Timur, Antisipasi Tentara Bayaran Pesanan Kamboja
Intelijen Thailand melaporkan bahwa ada potensi tinggi penumpang negara-negara yang berbatasan dengan Rusia direkrut jadi tentara bayaran Kamboja
Penulis:
Bobby W
Editor:
Tiara Shelavie
Choengron juga menegaskan bawha Biro Imigrasi talah berkoordinasi dengan lembaga keamanan dan intelijen untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang individu mencurigakan yang terkait dengan militer Kamboja.
Jika individu tersebut telah diidentifikasi oleh Imigrasi dan Intelijen Thailand, maka pemeriksaan nantinya akan berlangsung lebih terarah sehingga mengurangi gangguan bagi wisatawan biasa ungkap Choengron.
Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan yang lebih ketat ini dapat menyebabkan antrean panjang, terutama di Bandara Suvarnabhumi.
Karena hal ini, Choengron pun meminta warga asing yang hendak datang ke Thailand dapat memaklumi waktu tunggu yang sedikit lebih lama di Imigrasi.
Namun demikian, Choengron menjamin proses tunggu imigrasi tidak akan melebihi durasi 45 menit.
Kedubes Rusia di Thailand Buka Suara
Kebijakan screening yang lebih ketat bagi negara-negara Eropa Timur atau Asia Utara yang berbatasan dengan Rusia ini ikut menuai sorotan sejumlah pihak.
Salah satunya adalah Kedutaan Besar Rusia di Thailand.
Pihak Kedutaan Rusia mengaku telah mencatat laporan yang beredar di sejumlah media Thailand yang menduga kemungkinan keterlibatan warga negara Rusia sebagai tentara bayaran yang direkrut pihak Kamboja untuk berpartisipasi dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja.
Melalui rilis resmi yang dibagikan pada Senin, Kedubes Rusia mengecam tudingan tak berdasar yang tengah marak diperbincangkan di Thailand tersebut.
Pihak Rusia mengaku pernyataan tanpa dasar seperti itu kemungkinan besar dibuat oleh oknum dari luar Thailand yang ingin menimbulkan kekhawatiran berlebih di Negeri Gajah Putih.
Baca juga: Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Lebih Dulu, Juga Bersihkan Ranjau di Perbatasan
Kedutaan Rusia juga menuding penyebar rumor tersebut bertujuan untuk merusak hubungan persahabatan tradisional antara negaranya dan Thailand serta melanggar hak-hak warga negara Rusia sebagai turis ataupun pebisnis internasional.
Pihak kedutaan yang bermarkas di kawasan Si Phraya, Bang Rak, Bangkok ini juga menegaskan posisi Kementerian Luar Negeri Rusia terkait konflik di Thailand-Kamboja.
"Rusia memiliki rekam jejak panjang dalam menjunjung tinggi persahabatan tradisional dan mempromosikan kerja sama dengan Thailand dan Kamboja. Kami menginginkan semua perselisihan diselesaikan hanya melalui cara damai." pungkas pernyataan Pihak Kedubes Rusia untuk Thailand.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan