Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Imigrasi Thailand Perketat Screening Turis Eropa Timur, Antisipasi Tentara Bayaran Pesanan Kamboja

Intelijen Thailand melaporkan bahwa ada potensi tinggi penumpang negara-negara yang berbatasan dengan Rusia direkrut jadi tentara bayaran Kamboja

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Imigrasi Thailand Perketat Screening Turis Eropa Timur, Antisipasi Tentara Bayaran Pesanan Kamboja
Xinhua/Agence Kampuchea Presse
KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2025 ini menunjukkan kawat berduri dan tumpukan ban yang dipasang angkatan bersenjata Thailand di Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja. (Xinhua/Agence Kampuchea Presse) Pihak Kedutaan Rusia mengaku telah mencatat laporan yang beredar di sejumlah media Thailand yang menduga kemungkinan keterlibatan warga negara Rusia sebagai tentara bayaran yang direkrut pihak Kamboja untuk berpartisipasi dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja. 

Choengron juga menegaskan bawha Biro Imigrasi talah berkoordinasi dengan lembaga keamanan dan intelijen untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang individu mencurigakan yang terkait dengan militer Kamboja.

Jika individu tersebut telah diidentifikasi oleh Imigrasi dan Intelijen Thailand,  maka pemeriksaan nantinya akan berlangsung lebih terarah sehingga mengurangi gangguan bagi wisatawan biasa ungkap Choengron.

Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan yang lebih ketat ini dapat menyebabkan antrean panjang, terutama di Bandara Suvarnabhumi.

Karena hal ini, Choengron pun meminta warga asing yang hendak datang ke Thailand dapat memaklumi waktu tunggu yang sedikit lebih lama di Imigrasi.

Namun demikian, Choengron menjamin proses tunggu imigrasi tidak akan melebihi durasi 45 menit.

Kedubes Rusia di Thailand Buka Suara

Kebijakan screening yang lebih ketat bagi negara-negara Eropa Timur atau Asia Utara yang berbatasan dengan Rusia ini ikut menuai sorotan sejumlah pihak.

Salah satunya adalah Kedutaan Besar Rusia di Thailand.

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak Kedutaan Rusia mengaku telah mencatat laporan yang beredar di sejumlah media Thailand yang menduga kemungkinan keterlibatan warga negara Rusia sebagai tentara bayaran yang direkrut pihak Kamboja untuk berpartisipasi dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja.

Melalui rilis resmi yang dibagikan pada Senin, Kedubes Rusia mengecam tudingan tak berdasar yang tengah marak diperbincangkan di Thailand tersebut.

Pihak Rusia mengaku pernyataan tanpa dasar seperti itu kemungkinan besar dibuat oleh oknum dari luar Thailand yang ingin menimbulkan kekhawatiran berlebih di Negeri Gajah Putih.

Baca juga: Thailand Minta Kamboja Umumkan Gencatan Senjata Lebih Dulu, Juga Bersihkan Ranjau di Perbatasan

Kedutaan Rusia juga menuding penyebar rumor tersebut bertujuan untuk merusak hubungan persahabatan tradisional antara negaranya dan Thailand serta melanggar hak-hak warga negara Rusia sebagai turis ataupun pebisnis internasional. 

Pihak kedutaan yang bermarkas di kawasan Si Phraya, Bang Rak, Bangkok ini juga menegaskan posisi Kementerian Luar Negeri Rusia terkait konflik di Thailand-Kamboja.

"Rusia memiliki rekam jejak panjang dalam menjunjung tinggi persahabatan tradisional dan mempromosikan kerja sama dengan Thailand dan Kamboja. Kami menginginkan semua perselisihan diselesaikan hanya melalui cara damai." pungkas pernyataan Pihak Kedubes Rusia untuk Thailand.

(Tribunnews.com/Bobby)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas