Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Amerika Serikat mengejar kapal tanker minyak ketiga di dekat Venezuela, memicu ketegangan baru di tengah sanksi dan tuduhan blokade.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
AS menduga, kapal itu memiliki hubungan dengan Iran.
Menurut TankerTrackers.com, Bella 1 tidak membawa muatan saat mendekati Venezuela.
Sementara itu, Reuters mengungkap berdasarkan dokumen internal PDVSA bahwa kapal tersebut sebelumnya pernah mengangkut minyak Venezuela dan Iran.
Dokumen tersebut, menunjukkan Bella 1 pernah mengangkut minyak Venezuela ke China pada 2021.
Kapal itu juga sebelumnya membawa minyak mentah Iran.
PDVSA adalah perusahaan minyak dan gas milik negara Venezuela.
Nama lengkapnya Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA).
Perusahaan ini mengelola eksplorasi, produksi, penyulingan, dan ekspor minyak Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
PDVSA menjadi tulang punggung perekonomian Venezuela dan berada di bawah kendali pemerintah, sehingga kerap menjadi sasaran sanksi Amerika Serikat terkait kebijakan dan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro.
Gedung Putih menyatakan, dua kapal tanker yang telah disita AS bulan ini beroperasi di pasar gelap.
Baca juga: Venezuela Siaga, Maduro Minta Bantuan Kolombia Hadapi Tekanan AS
Kedua kapal tersebut, disebut memasok minyak ke negara-negara yang dikenai sanksi.
Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, mengatakan kepada CBS.
Ia menegaskan, penyitaan kapal tanker tidak akan memicu kenaikan harga minyak.
Menurutnya, jumlah kapal yang disita relatif terbatas.
Kapal kedua yang disita adalah Centuries berbendera Panama.