Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Amerika Serikat mengejar kapal tanker minyak ketiga di dekat Venezuela, memicu ketegangan baru di tengah sanksi dan tuduhan blokade.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Suci BangunDS
Kapal itu membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah Merey Venezuela.
Minyak tersebut rencananya dikirim ke China, menurut laporan Al Jazeera.
Pemerintah Venezuela mengecam penyitaan kapal-kapal tersebut.
Caracas menyebut, tindakan AS sebagai “pembajakan internasional”.
Venezuela juga menuduh Washington berupaya mencuri sumber daya minyak negaranya.
BBC melaporkan Presiden Trump pekan lalu memerintahkan blokade.
Blokade tersebut, berlaku bagi kapal tanker minyak yang dikenai sanksi keluar masuk Venezuela.
Langkah AS ini menuai kritik dari berbagai pihak.
Senator Republik Rand Paul menyebut operasi tersebut sebagai provokasi.
Ia juga menilai, langkah itu sebagai pendahuluan menuju perang.
Baca juga: Trump Akui Tak Butuh Persetujuan Kongres untuk Serang Venezuela, Tanggapi soal Kartel Narkoba
Para analis memperingatkan meningkatnya risiko pelanggaran hukum internasional.
Mereka juga menyoroti potensi pelanggaran hak asasi manusia.
Risiko tersebut, dinilai meningkat seiring eskalasi militer AS di kawasan Karibia.
Venezuela menyatakan, akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB.
Caracas juga berencana mengadukannya ke forum internasional lainnya.
Pemerintah Venezuela menegaskan negaranya sangat bergantung pada ekspor minyak.
Ekspor minyak menjadi penopang utama perekonomian nasional Venezuela.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)