Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela

Amerika Serikat mengejar kapal tanker minyak ketiga di dekat Venezuela, memicu ketegangan baru di tengah sanksi dan tuduhan blokade.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Kolase X/@realDonaldTrump dan Instagram @nicolasmaduro
PERANG KARTEL NARKOBA. Kolase foto dari X/@realDonaldTrump dan Instagram Presiden Venezuela, Nicolas Maduro @nicolasmaduro, Selasa (26/8/2025). AS kembali mengejar sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela. 
Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat kembali mengejar kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela, menandai eskalasi terbaru ketegangan Washington–Caracas.
  • Penjaga pantai AS “aktif mengejar” kapal yang disebut bagian dari armada gelap penghindar sanksi.
  • Operasi ini menyusul penyitaan dua tanker dalam dua pekan terakhir atas perintah Donald Trump.
  • Kapal tersebut telah dikenai sanksi. Venezuela mengecam langkah AS sebagai pembajakan internasional dan berencana membawa kasus ini ke PBB.

 

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat kembali mengejar sebuah kapal tanker minyak di perairan internasional dekat Venezuela.

Langkah ini menandai eskalasi terbaru ketegangan antara Washington dan Caracas.

Al Jazeera melaporkan, penjaga pantai AS pada Minggu (21/12/2025) “tetap aktif mengejar” kapal tanker tersebut.

Kapal itu disebut sebagai bagian dari armada gelap Venezuela yang berupaya menghindari sanksi AS.

Operasi ini terjadi sehari setelah AS menyita kapal tanker kedua dalam dua pekan terakhir.

Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari kebijakan “blokade” yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Seorang pejabat AS mengatakan, kapal yang dikejar mengibarkan bendera palsu.

Kapal tersebut, juga berada di bawah perintah penyitaan pengadilan.

Reuters melaporkan, kapal itu telah dikenai sanksi oleh AS.

Namun, hingga kini kapal tersebut belum dinaiki oleh aparat AS.

Pencegatan dilakukan melalui pengawasan laut dan udara.

Baca juga: Presiden Brasil Turun Tangan, Siap Jadi Penengah AS–Venezuela demi Cegah Perang Saudara Regional

Kelompok manajemen risiko maritim Vanguard mengidentifikasi kapal itu sebagai Bella 1.

Bella 1 merupakan kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar.

Kapal tersebut, tahun lalu masuk daftar sanksi Departemen Keuangan AS.

AS menduga, kapal itu memiliki hubungan dengan Iran.

Menurut TankerTrackers.com, Bella 1 tidak membawa muatan saat mendekati Venezuela.

Sementara itu, Reuters mengungkap berdasarkan dokumen internal PDVSA bahwa kapal tersebut sebelumnya pernah mengangkut minyak Venezuela dan Iran.

Dokumen tersebut, menunjukkan Bella 1 pernah mengangkut minyak Venezuela ke China pada 2021.

Kapal itu juga sebelumnya membawa minyak mentah Iran.

PDVSA adalah perusahaan minyak dan gas milik negara Venezuela.

Nama lengkapnya Petróleos de Venezuela, S.A. (PDVSA).

Perusahaan ini mengelola eksplorasi, produksi, penyulingan, dan ekspor minyak Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

PDVSA menjadi tulang punggung perekonomian Venezuela dan berada di bawah kendali pemerintah, sehingga kerap menjadi sasaran sanksi Amerika Serikat terkait kebijakan dan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro.

Gedung Putih menyatakan, dua kapal tanker yang telah disita AS bulan ini beroperasi di pasar gelap.

Baca juga: Venezuela Siaga, Maduro Minta Bantuan Kolombia Hadapi Tekanan AS

Kedua kapal tersebut, disebut memasok minyak ke negara-negara yang dikenai sanksi.

Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, mengatakan kepada CBS.

Ia menegaskan, penyitaan kapal tanker tidak akan memicu kenaikan harga minyak.

Menurutnya, jumlah kapal yang disita relatif terbatas.

Kapal kedua yang disita adalah Centuries berbendera Panama.

Kapal itu membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah Merey Venezuela.

Minyak tersebut rencananya dikirim ke China, menurut laporan Al Jazeera.

Pemerintah Venezuela mengecam penyitaan kapal-kapal tersebut.

Caracas menyebut, tindakan AS sebagai “pembajakan internasional”.

Venezuela juga menuduh Washington berupaya mencuri sumber daya minyak negaranya.

BBC melaporkan Presiden Trump pekan lalu memerintahkan blokade.

Blokade tersebut, berlaku bagi kapal tanker minyak yang dikenai sanksi keluar masuk Venezuela.

Langkah AS ini menuai kritik dari berbagai pihak.

Senator Republik Rand Paul menyebut operasi tersebut sebagai provokasi.

Ia juga menilai, langkah itu sebagai pendahuluan menuju perang.

Baca juga: Trump Akui Tak Butuh Persetujuan Kongres untuk Serang Venezuela, Tanggapi soal Kartel Narkoba

Para analis memperingatkan meningkatnya risiko pelanggaran hukum internasional.

Mereka juga menyoroti potensi pelanggaran hak asasi manusia.

Risiko tersebut, dinilai meningkat seiring eskalasi militer AS di kawasan Karibia.

Venezuela menyatakan, akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB.

Caracas juga berencana mengadukannya ke forum internasional lainnya.

Pemerintah Venezuela menegaskan negaranya sangat bergantung pada ekspor minyak.

Ekspor minyak menjadi penopang utama perekonomian nasional Venezuela.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas