Rusia Dukung Penuh Venezuela Hadapi Blokade dan Tekanan Militer AS di Laut Karibia
Rusia janji dukung Venezuela penuh setelah AS lakukan blokade kapal tanker dan tingkatkan aksi militer di Karibia.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Rusia menyatakan dukungan penuh kepada Venezuela di tengah blokade sepihak AS terhadap kapal tanker minyak dan meningkatnya aksi militer di Karibia.
- Percakapan telepon antara Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menlu Venezuela Yvan Gil menyoroti kekhawatiran atas “permusuhan” AS, termasuk serangan terhadap kapal dan penangkapan tanker baru-baru ini.
- Kedua negara menegaskan solidaritas, mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional.
TRIBUNNEWS.COM - Rusia menyatakan memberikan dukungan penuh kepada Venezuela di tengah blokade sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap kapal tanker minyak negara itu dan meningkatnya aksi militer di Laut Karibia.
Rusia menyebut langkah Washington sebagai pelanggaran kedaulatan.
Deklarasi ini muncul setelah percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil pada Senin (22/12/2025).
Kedua pejabat mengutuk apa yang mereka sebut sebagai peningkatan “permusuhan” AS di kawasan tersebut, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan kedua negara sekutu mengekspresikan “keprihatinan mendalam” atas serangan terhadap kapal-kapal di Karibia dan penangkapan dua kapal tanker minyak baru-baru ini.
Satu kapal tambahan dilaporkan masih dikejar oleh pihak AS, menurut AFP.
“Rusia menegaskan dukungan penuh dan solidaritas kepada kepemimpinan serta rakyat Venezuela dalam konteks saat ini,” kata kementerian Rusia, memperingatkan bahwa tindakan AS dapat “mengancam pelayaran internasional” dan stabilitas regional.
Lavrov dan Gil menuding Amerika Serikat melakukan “pembajakan” dan “pembunuhan di luar hukum.”
Dalam pernyataannya di Telegram, Gil menambahkan, AS melakukan “serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan pembajakan ilegal.”
Menteri luar negeri kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di tingkat internasional, khususnya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, guna menegakkan prinsip kedaulatan dan non-intervensi.
Caracas telah membawa krisis ini ke Dewan Keamanan PBB, yang dijadwalkan menggelar pertemuan pada Selasa atas permintaan Venezuela, didukung Rusia dan China.
Baca juga: Konflik AS-Venezuela Memanas, AS Kejar Kapal Tanker di Lepas Pantai Venezuela
Langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global atas aktivitas militer AS di perairan Amerika Latin dan dampaknya terhadap hukum maritim serta kedaulatan negara-negara di kawasan.
Sebelumnya, pada Selasa (16/12/2025) kemarin, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap semua kapal tanker yang dikenai sanksi bepergian ke dan dari Venezuela.
Trump menuding Caracas menggunakan pendapatan minyak untuk membiayai “terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan.”
Sejak September, pasukan AS disebut telah melakukan beberapa serangan di Karibia dan Pasifik timur.