Rusia Dukung Penuh Venezuela Hadapi Blokade dan Tekanan Militer AS di Laut Karibia
Rusia janji dukung Venezuela penuh setelah AS lakukan blokade kapal tanker dan tingkatkan aksi militer di Karibia.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Washington menargetkan penyelundup narkotika, namun banyak tindakan dinilai melanggar hukum maritim internasional dan menimbulkan korban sipil.
Pemerintah lokal dan keluarga korban melaporkan lebih dari 100 orang tewas, termasuk warga sipil dan nelayan.
China Tuduh AS Langgar Hukum Internasional di Karibia
Pemerintah China mengecam keras Amerika Serikat atas penyitaan kapal-kapal negara lain di wilayah Karibia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan pencegatan dan penyitaan kapal tanker minyak oleh AS melanggar hukum internasional.
Beijing menilai penggunaan kekuatan untuk menegakkan sanksi secara sepihak sebagai bentuk unilateralisme dan intimidasi.
China khawatir tindakan tersebut menjadi preseden berbahaya bagi negara kuat untuk memaksakan kebijakan di perairan internasional tanpa persetujuan global.
Menurut China, hukum internasional melindungi kebebasan pelayaran dan kedaulatan negara.
Kapal dagang, kata Beijing, berhak berlayar tanpa gangguan di laut lepas.
China juga menegaskan Venezuela adalah negara berdaulat yang berhak mengelola sumber dayanya sendiri.
Baca juga: Presiden Brasil Turun Tangan, Siap Jadi Penengah AS–Venezuela demi Cegah Perang Saudara Regional
Venezuela dinilai bebas menjalin kerja sama ekonomi tanpa tekanan dari pihak luar.
Beijing menilai tindakan AS melanggar hak ekonomi Venezuela.
China memperingatkan langkah tersebut dapat meningkatkan ketegangan geopolitik.
Selain itu, penyitaan kapal berpotensi mengganggu perdagangan internasional dan stabilitas energi global.
China menyerukan agar sengketa diselesaikan melalui dialog dan mekanisme multilateral.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani, Namira)