Roket H3 Jepang Gagal Mengorbit, Penutup Pelindung Satelit Diduga Terlepas
JAXA mengumumkan kegagalan peluncuran roket H3 penerbangan ke-8 yang dilakukan pada Senin (22/12/2025) pukul 10.50 pagi waktu setempat.
Editor:
Choirul Arifin
Dampak terhadap Program Navigasi Nasional
Satelit Michibiki digunakan untuk mendukung navigasi kendaraan, pesawat, hingga ponsel pintar di Jepang. Hingga kini, Jepang telah menempatkan enam satelit Michibiki di orbit, termasuk satelit ke-6 yang diluncurkan pada Februari 2025.
Pemerintah menargetkan peluncuran satelit ke-7 pada Februari 2026 untuk membentuk konstelasi tujuh satelit agar Jepang dapat menyediakan layanan navigasi mandiri tanpa bergantung pada sistem negara lain.
Namun, dengan kegagalan H3 penerbangan ke-8, penundaan jadwal pengembangan sistem navigasi nasional Jepang dinilai sulit dihindari, setidaknya hingga hasil investigasi rampung dan perbaikan teknis dilakukan.
Biaya dan Dampak Reputasi
Kegagalan ini kembali menyorot besarnya biaya program antariksa Jepang. Berdasarkan penjelasan resmi sebelumnya dari JAXA, biaya satu kali peluncuran H3 diperkirakan mencapai 5–6 miliar yen (sekitar Rp500–600 miliar).
Sementara itu, biaya satu unit satelit Michibiki diperkirakan berada di kisaran 40–60 miliar yen (sekitar Rp4–6 triliun), tergantung generasi dan instrumen yang dibawa.
Selain itu, biaya riset dan pengembangan (R&D) H3 sejak awal proyek ditaksir mencapai sekitar 200 miliar yen, mencakup pengembangan mesin utama LE-9 buatan Mitsubishi Heavy Industries, sistem avionik, hingga infrastruktur darat di Tanegashima Space Center.
Pengamat menilai, di luar kerugian langsung, kegagalan ini juga membawa biaya tak kasat mata berupa penundaan jadwal, uji ulang, serta dampak reputasi Jepang di pasar peluncuran global.
Pemerintah Jepang Minta Maaf
Menanggapi kegagalan tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang, Yohei Matsumoto, menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
“Kami benar-benar menyesal tidak dapat memenuhi harapan dan dukungan besar yang telah diberikan. Kami akan melakukan yang terbaik bersama organisasi terkait untuk memulihkan kepercayaan terhadap roket H3, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
Diskusi roket di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan