Libya Berduka: Panglima Militer dan Rombongan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Sepulang dari Turki
Sebuah jet pribadi yang membawa Panglima Militer Libya, Jenderal Mohammed al-Haddad, bersama empat perwira dan tiga awak jatuh di Turki
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Sebuah jet pribadi yang membawa Panglima Militer Libya, Jenderal Mohammed al-Haddad, bersama empat perwira dan tiga awak jatuh setelah lepas landas dari Ankara, Turki, menewaskan seluruh penumpang.
- Pemerintah Libya menyebut kecelakaan diduga akibat kerusakan teknis, dan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
- Kematian al-Haddad dianggap sebagai kehilangan besar karena ia berperan penting dalam upaya menyatukan militer Libya yang terpecah.
TRIBUNNEWS.COM – Sebuah jet pribadi yang membawa panglima militer Libya, empat perwira lainnya, serta tiga awak pesawat jatuh pada Selasa (23/12/2025) setelah lepas landas dari ibu kota Turki, Ankara.
Seluruh penumpang dan awak di dalam pesawat tersebut tewas, lapor Associated Press.
Pejabat Libya mengatakan penyebab kecelakaan diduga akibat kerusakan teknis pada pesawat.
Delegasi Libya berada di Ankara untuk mengikuti pembicaraan pertahanan tingkat tinggi yang bertujuan meningkatkan kerja sama militer antara kedua negara, kata pejabat Turki.
Perdana Menteri Libya Abdul-Hamid Dbeibah mengonfirmasi kematian Jenderal Muhammad Ali Ahmad al-Haddad bersama keempat perwira lainnya.
Dalam pernyataan yang diunggah di Facebook, ia menyebut kecelakaan tragis itu terjadi saat delegasi tersebut dalam perjalanan kembali ke tanah air.
Perdana Menteri menyebut insiden tersebut sebagai kehilangan besar bagi Libya.
Al-Haddad merupakan komandan militer tertinggi di Libya barat.
Ia memainkan peran penting dalam upaya menyatukan militer Libya yang selama ini terpecah, sama halnya seperti berbagai institusi negara di Libya.
Proses penyatuan tersebut hingga kini masih berlangsung dan dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Empat perwira lainnya yang tewas dalam kecelakaan itu adalah Jenderal Al-Fitouri Ghraibil, Kepala Pasukan Darat Libya; Brigadir Jenderal Mahmoud Al-Qatawi, pimpinan otoritas manufaktur militer; Mohammed Al-Asawi Diab, penasihat kepala staf; serta Mohammed Omar Ahmed Mahjoub, seorang fotografer militer di kantor kepala staf.
Identitas tiga awak pesawat lainnya belum diumumkan secara resmi.
Baca juga: 10 Negara Paling Kering di Dunia: Hampir Tak Ada Hujan di Mesir, Libya Terletak di Gurun Sahara
Pejabat Turki mengatakan puing-puing jet bisnis tipe Falcon 50 ditemukan di dekat Desa Kesikkavak, Haymana, sebuah distrik sekitar 45 mil di selatan Ankara.
Mengutip Al Jazeera, Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) yang diakui PBB di Tripoli mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
Dalam pernyataannya, GNU menyebut seluruh lembaga negara akan mengibarkan bendera setengah tiang, sementara upacara dan perayaan resmi ditangguhkan.
Baca tanpa iklan