Malam Natal, Zelenskyy Berdoa Agar Putin Segera Binasa: Mimpikan Perdamaian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memanjatkan doa berharap Presiden Rusia Vladimir Putin agar segera binasa.
Penulis:
Endra Kurniawan
Moskow melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran yang menargetkan infrastruktur energi.
Akibatnya pemadaman listrik meluas dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Euronews merinci, total Rusia meluncurkan 131 drone ke arah Ukraina pada malam Natal.
Dua orang tewas dan 35 luka-luka di berbagai wilayah, termasuk Kherson, Zaporizhzhia, Odesa, dan Sumy, menurut laporan otoritas regional.
Mencari Jalan Damai Rusia dan Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk pertama kalinya mengungkapkan rincian kesepakatan antara Amerika Serikat dan negosiator Ukraina tentang mengakhiri perang dengan Rusia.
Rencana 20 poin tersebut, yang disepakati oleh negosiator AS dan Ukraina setelah pembicaraan maraton, kini sedang ditinjau oleh Moskow.
"Kami merasakan bahwa Amerika ingin mencapai kesepakatan akhir dan dari pihak kami ada kerja sama penuh. Ukraina tidak pernah, dan tidak akan pernah, menjadi penghalang perdamaian," katanya dikutip dari akun X pribadinya.
Baca juga: Zelenskyy Desak Dunia Bertindak, Minta Masyarakat Dunia Paksa Rusia Hentikan Perang
Sebagai bagian dari rencana tersebut, lanjut Zelenskyy, Ukraina bersedia menarik pasukan dari jantung industri timur jika Moskow juga menarik diri.
Daerah tersebut kemudian dijadikan zona demiliterisasi yang dipantau oleh pasukan internasional.
Zelenskyy juga siap menarik pasukannya di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.
Ukraina berharap setiap rencana perdamaian perlu diajukan ke referendum di Ukraina.
Putin Menolak Kompromi
Presiden Rusia Vladimir Putin, pada hari Rabu (24/12/2025), dengan tegas ia tidak akan berkompromi dengan tuntutannya agar Ukraina menyerahkan wilayah, meskipun Presiden AS Donald Trump semakin gencar mendorong perdamaian .
Dalam pidato yang penuh agresivitas yang disampaikan ketika para pemimpin AS dan Eropa terlibat dalam upaya diplomatik yang gencar untuk mengamankan kesepakatan perdamaian, Putin mengecam sekutu Eropa Ukraina dan mengatakan Rusia akan merebut wilayah dengan kekerasan jika perlu.
“Kami lebih memilih untuk melakukan ini, dan menghilangkan akar penyebab konflik, melalui diplomasi,” kata Putin dalam pertemuan tahunan Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip dari CNN Internasional.
“Jika negara lawan dan para pendukung asingnya menolak untuk terlibat dalam diskusi substantif, Rusia akan mencapai pembebasan wilayah bersejarahnya melalui cara militer,” tambahnya.
Baca juga: Saingi Ambisi Trump, Putin Akan Bangun PLTN di Bulan untuk Dominasi Antariksa
Baca tanpa iklan