Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terjadi Lagi, Pejabat Rusia Meninggal Dunia setelah Dipecat

Kolonel Jenderal Yuri Sadovenko, mantan wakil menteri pertahanan Rusia, meninggal mendadak pada Hari Natal setelah sebelumnya dipecat dari jabatannya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Terjadi Lagi, Pejabat Rusia Meninggal Dunia setelah Dipecat
Kementerian Pertahanan Federasi Rusia/mil.ru
ELITE RUSIA MENINGGAL - Foto yang diunggah Kementerian Pertahanan Federasi Rusia menampilkan Wakil Menteri Pertahanan Federasi Rusia, Kolonel Jenderal Yuri Eduardovich Sadovenko. Ia dilaporkan meninggal dunia secara mendadak pada Hari Natal 

Korban berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari oligarki, pejabat pemerintahan, hingga tokoh militer dan individu yang memiliki kedekatan dengan struktur kekuasaan negara.

Pemerintah Rusia umumnya menjelaskan kematian-kematian tersebut sebagai akibat bunuh diri, jatuh dari ketinggian, keracunan tidak disengaja, serangan jantung, atau kekerasan dalam rumah tangga.

Namun, media domestik Rusia jarang melakukan penyelidikan mendalam, sementara pemerintah hanya menyampaikan belasungkawa tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Sejumlah akademisi dan analis Rusia yang kini berada di pengasingan menyatakan bahwa mereka enggan berbicara terbuka karena khawatir terhadap keselamatan pribadi.

Meski demikian, mereka menilai rentetan kematian ini berkaitan dengan perebutan kekuasaan internal, kontrol atas sumber daya strategis, serta upaya menyingkirkan potensi ancaman terhadap rezim.

Kondisi tersebut dinilai menciptakan atmosfer ketakutan di kalangan elite, sekaligus memperkuat cengkeraman kekuasaan melalui mekanisme intimidasi terselubung.

Pandangan serupa disampaikan oleh Profesor Jeffrey Winters, ilmuwan politik dari University of Illinois sekaligus penulis buku Oligarchs.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, hampir mustahil bagi tokoh-tokoh kaya dan berpengaruh di Rusia untuk meninggal secara misterius tanpa adanya keterlibatan kekuatan tertentu.

“Mereka adalah para miliarder dengan pengawal, akses layanan medis terbaik, sopir pribadi, serta perlindungan tingkat tinggi. Sulit membayangkan semua itu runtuh begitu saja tanpa campur tangan pihak tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski tidak dapat menyimpulkan secara langsung, logika politik menunjukkan bahwa pihak yang memungkinkan mereka menjadi berkuasa pula yang memiliki kemampuan untuk menyingkirkan mereka.

Ketidaksetiaan Dianggap Ancaman

Ukraina memanfaatkan rangkaian kematian mencurigakan ini untuk menyoroti kerasnya rezim Rusia serta menjelaskan kepada komunitas internasional mengenai risiko yang dihadapi siapa pun yang dianggap berseberangan dengan Kremlin.

Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, menegaskan bahwa dalam sistem kekuasaan Rusia, ketidaksetiaan sering kali berujung pada kematian.

Baca juga: Bom Mobil Tewaskan Jenderal Rusia di Moskow, Korban Ketiga dalam Setahun, Ukraina Diduga Dalangi

Sementara itu, mantan penasihat Gedung Putih untuk urusan Rusia, Fiona Hill, mengingatkan bahwa tidak semua kasus dapat disimpulkan secara seragam.

Namun ia menekankan bahwa rezim non-demokratis memang memiliki pola kekuasaan yang keras dan represif.

Dalam sebuah wawancara, Hill menyatakan bahwa apa yang terjadi merupakan bagian dari konflik Rusia yang lebih luas dengan Barat.

“Rusia telah berkembang menjadi lawan yang jauh lebih keras dari yang banyak diperkirakan. Peracunan, pembunuhan, serangan siber, sabotase, hingga intimidasi terhadap infrastruktur merupakan bagian dari satu pola besar,” ujarnya.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas